CIANJUR, – Puluhan Kepala Desa mengikuti kegiatan DESANARA Cluster VI bertajuk Safari Literasi Media, Hukum & Etika Pers di Pangrango Hall Hotel Cianjur, Jumat 22 Mei 2026.
Acara yang berlangsung sejak pukul 14.00 WIB itu juga antusias di ikuti oleh aparatur desa se-Kecamatan Pacet, Cipanas, Sukaresmi, Cikalongkulon, Ciranjang, Bojongpicung, dan Haurwangi.
Kegiatan yang diprakarsai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur ini menghadirkan pemateri dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Bidang Informasi dan Komunikasi (Infokom), serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur. Tak sekadar teori, para peserta diajak menganalisis langsung contoh pemberitaan dan mengelola konten media sosial desa secara bijak.
Ketua PWI Cianjur, Mohammad Ikhsan, dalam sambutannya menegaskan bahwa literasi media dan pemahaman hukum bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi kepala desa di era keterbukaan informasi.
"Kepala desa dan perangkat desa berada di garda terdepan pelayanan publik. Kemampuan menyikapi pemberitaan, mengelola media sosial, serta memahami etika pers adalah keharusan agar tidak terjerat masalah hukum dan menjaga kepercayaan publik," tegas Ikhsan di hadapan para peserta.
Pernyataan itu langsung disambut anggukan serius dari para kades yang duduk rapi di barisan depan. Ikhsan menambahkan, banyak kasus hukum menimpa aparatur desa justru karena ketidaktahuan dalam mengelola informasi publik serta merespons pemberitaan secara emosional tanpa filter.
Ketua APDESI Kabupaten Cianjur, Beni Irawan, S.H. , memberikan apresiasi tinggi terhadap keberlanjutan program DESANARA yang kini memasuki cluster keenam. Dengan nada optimis, ia menyatakan bahwa program serupa akan terus digulirkan secara berjenjang.
"Alhamdulillah, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perangkat desa, terutama dalam menyusun gagasan yang dipublikasikan di media sosial sehingga masyarakat mudah mengakses informasi, termasuk transparansi anggaran desa," ujar Beni.
Lebih jauh, Beni Irawan menegaskan komitmen untuk melanjutkan program dengan tema berbeda di masa mendatang. Bahkan, ia membuka peluang setiap kecamatan bisa melaksanakan kegiatan serupa secara mandiri di gedung PWI.
"Insya Allah, kami sudah berkomunikasi hari ini dan akan kami rapatkan lebih lanjut. Ke depan, kegiatan ini bersifat berjenjang. Saat ini sudah mencakup tujuh kecamatan dan berjalan dengan baik," pungkasnya.
Dengan adanya DESANARA Cluster VI ini, diharapkan para kepala desa tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga mumpuni dalam berkomunikasi publik serta terhindar dari konflik hukum akibat ketidaktahuan dalam bermedia.
Nang.

