Depok. Panambur.com. - Pembina relawan Barusan Masyarakat Untuk Supian Suri (BAMUSS), H. Mulyadi SH MH, menggelar acara mengaduk Dodol, makanan khas orang Depok, di rumah kediamannya, jalan H. Sabi, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Kota Depok. Rabu (18/3/2026). Acara tersebut berbarengan dengan kegiatan pemotongan Kerbau Andil yang di selenggarakan oleh Kumpulan Orang-orang Depok ( KOOD).
Sejak pukul 6 pagi ibu-ibu sudah memarut kelapa sebanyak 40 butir untuk diperas menjadi santan, dilanjutkan mengadoni tepung ketan sebanyak 20 kg, dan memasak gula merah sebanyak 18, kg, yang langsung di aduk didalam satu kuali besar yang khusus untuk mengaduk Dodol sebanyak 20 gantang.
Acara tersebut di hadiri oleh Wali Kota Depok Supian Suri, Ketua Umum KOOD Dan beberapa anggota DPRD Depok dan tokoh masyarakat kota Depok.
Wali Kota Depok Supian Suri langsung membuka acara tersebut dan ikut mengaduk Dodol makanan khas orang Depok.
"Dodol adalah makanan khas orang Depok yang dibuatnya hanya menjelang Hari Raya Idul Fitri, orang tua kita dahulu kalau mau menjelang lebaran, kalau tidak membuat Dodol katanya lebarannya kurang afdol. Membuat Dodol harus ada orang banyak, dan memakai tenaga banyak, ada perempuan dan ada laki-laki, dan memakan waktu sampai 7 jam, disitulah tandanya paguyuban masyarakat dulu harus bergotongroyong dan kompak". Jelas Supian Suri.
"Seiring jaman sekarang tradisi mengaduk Dodol sudah tidak ada lagi, hanya ada di tempat tertentu. Alhamdulillah sekarang kita bangkitkan lagi budaya tradisi mengaduk Dodol , agar makanan khas Depok tidak hilang , dan kita kenalkan pada generasi penerus sekarang agar bisa melestarikannya". Ajak Supian Suri.
Disamping tradisi mengaduk Dodol, lanjut Supian Suri, orang Depok juga setiap mau lebaran mengadakan pemotongan Kerbau Andil, yaitu tradisi orang tua kita dulu dari jauh hari sebelum lebaran mengadakan patungan atau arisan untuk membeli hewan Kerbau Andil yang di sembelih menjelang lebaran Idul Fitri, dagingnya dibagikan kepada orang yang ikut patungan atau arisan tersebut untuk dimasak pada hari lebaran, ini juga tradisi orang Depok yang harus dilestarikan". Ungkap Supian Suri.
Hari itu pemotongan hewan Kerbau berjumlah 7 ekor, 4 ekor hasil patungan anggota KOOD dan yang 3 ekor sumbangan dari Wali Kota dan anggota DPRD Depok, yang dagingnya dibagikan kepada masyarakat.
Pada kesempatan itu H. Mulyadi mengatakan, "Acara ngaduk dodol ini sebenarnya mendadak, saya hanya ingin mengembalikan ingatan tradisi orang Depok dahulu, setiap menjelang lebaran Idul Fitri, hampir seluruh orang kampung di Depok, bersaing dari rumah- kerumah bergantian untuk mengaduk Dodol, karena katanya kalau lebaran tidak ngaduk dodol, lebarannya kurang afdol".
"Disini saya beserta para relawan BAMUSS mengajak untuk membangkitkan kembali budaya tradisi mengaduk Dodol makanan khas orang Depok, agar terus di lestarikan, dan kita akan buat dodol setiap menjelang lebaran Idul Fitri". Ucap Mulyadi. (NS).
