BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

"Kebocoran gas" akibat ulah kongkalikong mafia Migas, PT Arbith Energy Perkasa Karawang harus diaudit besar-besaran..!!


Karawang, - Polemik terkait dugaan "kebocoran gas" dalam ruang lingkup kementrian ESDM belum lagi usai. Belakangan ini, sebuah Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang merupakan stasiun pengisian ulang LPG (Liquefied Petroleum Gas), PT Arbith Energy Perkasa yang berada di Karawang kini menuai kontroversi. Diduga kuat terjadi "kebocoran gas" setiap harinya akibat kongkalikong antar para mafia Migas yang justru melibatkan unsur karyawan perusahaan itu sendiri. Miris!


PT. Arbith Energy Perkasa merupakan perpanjangan tangan Pertamina untuk pengisian LPG berkapasitas 12 KG dan 50 KG, dimana puluhan agen pendistribusi gas dengan kapasitas tersebut setiap harinya melakukan pengisian ulang untuk dijual kembali. Perusahaan yang sebelum ini sempat ramai karena bau gas yang menyengat mengganggu aktivitas sebuah SDN di Tanjungpura tersebut nampaknya kini harus diaudit total oleh berbagai pihak yang berwenang, khususnya Pertamina dan Kementerian ESDM sebagai penanggung jawab langsung BUMN tersebut.


Sabtu, 23/11/2025 seorang "mantan" agen yang biasa melakukan transaksi terselubung di SPBE PT Arbith tertangkap tangan sedang mentransaksikan sebuah segel yang diduga kuat akan didugakan untuk aktivitas ilegalnya. Ia menjelaskan kalau segel-segel tersebut akan dijual kepada seorang "mandor" yang bekerja di PT Arbith berinisial R.


"Betul pak ini atas permintaan mandor tersebut" ujarnya.


Ketika ditanya modus aktivitas yang tersusun secara sistematis di internal PT Arbith tersebut ia pun blak-blakan menjawab, 


"Modusnya dengan penambahan tabung gas, jadi semua sudah bermain dan bekerjasama"


Ia memberikan simulasi tentang kegiatan terselubung yang berlangsung bertahun-tahun itu


"Jadi semua sudah bekerjasama, agen, mandor, operator, checker, bagian admin bahkan hingga security pun tutup mata"


"Caranya, agen-agen dari luar itu membawa tabung kosong isi 12kg dan (atau) 50kg dengan jumlah yang lebih banyak dari DO, misal dalam satu mobil pengangkut itu isi di DO nya 100 tabung, maka tabung kosongnya ada 120 atau sampai 130, jadi ada kelebihan 20-30 tabung/agen" 


Narasumber tersebut menjelaskan lagi bahwa setiap tabung-tabung yang lebih tersebut nanti dibawa ke tempat pengisian, dengan modal misal tabung 12kg itu kurang lebih 70rb/tabung, sedangkan tabung 50kg itu kisaran 400rb an/tabung. Yang nantinya akan dijual lagi kepada "pelanggan-pelanggan" yang sudah siap sedia menampung setiap harinya.


"Itu nantinya dijual lagi dengan harga 2 kali lipat bahkan lebih"


"Kalau diinternal mereka, ya mereka yang atur-atur gimana mainnya, paling selisih volume gas tersebut bilangnya kebocoran pas pengisian makanya pas pengisian kadang-kadang emang sengaja seakan-akan dibuang-buang sampai ngebul hinga baunya sampai tercium keluar area" tegasnya saat menjelaskan celah oknum-oknum "orang dalem" tersebut dalam membuat pelaporan.


"Paling berperan aktif adalah mandornya yang bernisial R tadi pak, dia yang atur semua bahkan dia punya bekingan dari salah satu institusi jika ada masalah anggota langsung turun ke lokasi SPBE" imbuhnya mengurai keterangan.


"Kalau saya sudah berhenti, tapi saya tau semua permainan mereka dari A-Z. Sekarang hanya main disegel saja, menjual segel yang nantinya dipakaikan kepada tabung-tabung yang dilebihkan tadi, ini jatuhnya sih ke penggelapan karena tabung-tabung lebihan itu kan tidak didata dan tidak diberikan segel dari perusahaan" pungkasnya.


Berulangkali ia mengatakan kalau semua bagian di internal PT Arbith sudah "bermain" alias kongkalikong sehingga aktivitas itu berjalan dengan sangat sistematis.


"Semua bermain pak, namanya kita cari makan, jangan diperpanjang lah" tutupnya.


Demi menguatkan keterangan ini, kami pun melakukan penelusuran ke berbagai titik yang di maksud oleh narasumber, baik agen, lokasi dan titik-titik yang diperlukan untuk menguatkan informasi yang kami terima, alhasil, hal ini sontak membuat kami kaget, saking rapihnya permainan para mafia gas ini hingga bertahun-tahun berjalan tanpa tercium bau "kebocoran" yang disengaja akibat ulah para mafia ini! Jelas ini sebuah kerugian besar bagi Pertamina, bahkan Negara. Dimana sekelompok oknum memanfaatkan jabatannya untuk meraup keuntungan yang mengenyangkan perut sendiri disaat Negara sedang gencar-gencarnya berbenah-benah dari para mafia diberbagai sektor.


Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kegiatannya terkait dengan hajat hidup orang banyak dan diawasi oleh pemerintah, beberapa instansi pemerintah juga memiliki kewenangan untuk melakukan pengawasan atau audit, seperti Kementrian Perdagangan (Kemendag), BPK hingga KPK sekalipun. Pemerintah harus mengambil langkah cepat mengatasi kelakuan para oknum-oknum mafia yang memanfaatkan situasi ini, sehingga tidak ada lagi "kebocoran-kebocoran" yang disengaja akibat ulah para mafia Migas yang tidak bertanggung jawab!!

(Y.A)

Type above and press Enter to search.