Cianjur, – Ketegangan muncul di Kampung Pasir Cina Girang, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, menyusul lintasnya alat berat milik kontraktor perusahaan tanpa koordinasi dengan warga setempat. Kejadian yang berpotensi memicu keresahan ini mendapat sorotan dari aktivis dan masyarakat.
Ario Prima, aktivis Gerakan Suryakencana, menyatakan bahwa pada Minggu dini hari 11 Januari 2026 sekitar pukul 02.00 WIB, sebuah ekskavator milik kontraktor perusahaan terlihat melintas di wilayah RW 002 dan RW 003. Jalur tersebut, menurutnya, merupakan kawasan yang selama ini menjadi simbol penolakan warga terhadap proyek panas bumi (geothermal) di daerah itu.
"Kami menyesalkan tidak adanya pemberitahuan dari pengurus RT/RW sebelumnya kepada masyarakat. Meski pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) menyampaikan bahwa para Ketua RW telah diinformasikan, namun tidak ada yang menyampaikan ke tingkat warga," ujar Ario Prima.
Berdasarkan konfirmasi yang dilakukannya, alat berat tersebut merupakan milik kontraktor yang disewa oleh PT Daya Mas Geopatra Pangrango untuk pembuatan jalur jalan menuju area Ciguntur, dan bukan berasal dari instansi pemerintah seperti BPBD.
Menanggapi hal ini, Ario Prima secara tegas meminta agar semua alat berat dari kontraktor perusahaan tidak lagi melewati jalur yang ditolak warga. "Silakan ambil jalur sendiri, jangan membuat heboh dan memicu kerumunan massa. Alat berat yang sudah dibawa ke atas harus diturunkan kembali, jangan disimpan di sini, karena ketiadaan pemberitahuan telah menimbulkan kecemasan," tegasnya.
Ia juga menyampaikan himbauan kepada seluruh aparat desa, termasuk Ketua BPD, Kepala Desa (Kades), dan Sekretaris Desa (Sekdes), untuk menyampaikan teguran kepada perusahaan. "Sampaikan kepada perusahaan agar tidak mengulangi membawa alat berat melewati jalur penolakan, yaitu RW 002 dan RW 003 Kampung Pasir Cina Girang. Terserah mau lewat mana, asal tidak memicu kerumunan dan keributan," tambah Ario.
Kekhawatiran akan potensi sabotase atau kejadian tidak diinginkan juga diungkapkan, mengingat masyarakat telah berkumpul sebagai bentuk kewaspadaan. Ario menegaskan prinsip transparansi, "Segala sesuatu yang berada di jalan yang benar tidak perlu disembunyikan. Kami meminta kejelasan dan komunikasi yang baik."
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi masih dalam pengawasan. Warga menuntut kejelasan dan komitmen perusahaan untuk menghormati kesepakatan serta menjaga ketenangan lingkungan. Belum ada pernyataan resmi dari PT Daya Mas Geopatra Pangrango maupun pihak desa terkait protes ini.
Nang
