Cianjur, – Sebanyak lima korban dari ratusan warga yang mengalami keracunan usai mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cikalongkulon, hingga Rabu 28 Januari 2026 siang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sayang Cianjur. Kejadian yang bermula pada Selasa (27/1) tersebut menyebabkan puluhan warga mengalami gejala keracunan akut.
Menurut Raya, Humas RSUD Sayang Cianjur, kelima pasien yang masih dirawat merupakan rujukan dari wilayah kejadian. Mereka terdiri dari satu orang dewasa berinisial EH (39 tahun) dan empat balita.
"Pasien tiba di rumah sakit sekitar pukul 19.49 WIB dengan keluhan mual, pusing, muntah, dan buang air besar (BAB). Meski suhu tubuh normal dan kondisi secara perlahan membaik, kami tetap memastikan kesembuhan total sebelum mereka diizinkan pulang," jelas Raya.
Ditegaskannya, seluruh biaya perawatan hingga proses pemulihan telah ditanggung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur. Pasien dan keluarga tidak dikenakan biaya apapun.
"Saat ini perawatan masih berlangsung di ruang inap. Kami berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan," tambah Raya.
Insiden keracunan massal ini diduga kuat berasal dari MBG yang didistribusikan di Cikalongkulon. Otoritas terkait diperkirakan masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi penyebab pasti dan titik gagal dalam penyiapan atau distribusi makanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari dinas terkait mengenai perkembangan investigasi dan jumlah korban secara keseluruhan. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan jika menemui gejala serupa pasca konsumsi makanan terdistribusi.
Nang
