BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Jalan Mulus Jadi Saksi: Kang Asep Dolen Siap Maju di Pilkades Gasol 2028


Cianjur, – Sore itu, Jumat (13/2/2026), Kampung Padaruum di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, tak seperti biasanya. Jika umumnya warga hanya duduk bersantai di teras rumah, kali ini puluhan pasang mata tertuju pada satu sosok yang tengah berjalan menyusuri jalan rabat beton yang mulus membelah perkampungan. Dialah Kang Asep Dolen, putra daerah yang kembali ke kampung halaman dengan membawa kabar yang telah lama dinanti warga.


Di bawah rindangnya pohon trembesi, Kang Asep tak menyangka bahwa kedatangannya akan disambut begitu hangat. Bukan sekadar sambutan meriah, melainkan senyum tulus dari wajah-wajah yang pernah merasakan langsung sentuhan tangannya. Jalan mulus sepanjang 500 meter itu menjadi saksi bisu perjalanan seorang anak desa yang kini siap mengabdi lebih luas lagi.


Dengan gaya khasnya yang sederhana dan santun, Kang Asep duduk bersila di tengah warga. Tak ada meja, tak ada sound system berisik. Hanya tikar pandan dan segelas teh hangat yang menemani perbincangan akrab itu.


"Lihat jalan ini, Pak, Bu. Dulu kalau hujan, kami harus jalan pelan-pelan karena becek. Sekarang, anak-anak bisa main bola di jalan," ujar seorang warga dengan mata berbinar.


Kang Asep tersenyum. Bagi sebagian orang, jalan mulus mungkin hal biasa. Namun bagi warga Padaruum yang dulu harus bergelut dengan lumpur setiap musim hujan, aspal ini adalah berkah yang mengubah segalanya.


Bukan Sekadar Jalan, Tapi Perubahan Nyata


Jalan mulus yang membentang di Kampung Padaruum bukanlah proyek besar yang didanai anggaran desa. Ia lahir dari inisiatif dan gotong royong yang digerakkan Kang Asep Dolen beberapa tahun silam. Saat itu, ia mengajak warga untuk bersama-sama mewujudkan akses jalan yang layak.


"Saya hanya fasilitator. Yang bekerja keras adalah bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian. Saya yakin, kalau kita bersama, tidak ada yang tidak mungkin," kenang Kang Asep di hadapan warga.


Dampaknya kini terasa nyata. Warung-warung kecil di sepanjang jalan mulai ramai pembeli. Pengangkutan hasil bumi dari ladang jadi lebih cepat dan murah. Anak-anak bisa pergi ke sekolah tanpa khawatir becek. Yang paling membahagiakan, warga yang dulunya enggan keluar rumah saat hujan, kini bisa bersilaturahmi kapan saja.


"Saya tidak pernah membayangkan bahwa apa yang kita kerjakan bersama dulu akan membawa saya kembali ke sini dengan cara seperti ini," ungkap Kang Asep haru. "Tapi melihat manfaatnya, saya yakin bahwa bekerja untuk masyarakat bukan soal jabatan, tapi soal kebermanfaatan. Dan itu yang ingin saya lanjutkan."


Deklarasi di Tengah Warga: "Gasol Maju!"


Di hadapan puluhan warga yang makin memadati lokasi, Kang Asep Dolen akhirnya menyampaikan maksud kedatangannya. Dengan suara lantang namun tetap rendah hati, ia menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon kepala desa untuk periode 2028 mendatang.


"Saya bukan orang yang pandai berjanji. Saya lebih suka bekerja. Periode 2028 nanti, saya ingin membawa semangat yang sama ke seluruh Desa Gasol. Bukan hanya jalan, tapi juga pendidikan anak-anak kita, kesehatan ibu dan balita, serta ekonomi warga yang harus kita bangkitkan bersama," paparnya.


Visi yang dibawa Kang Asep bukan sekadar wacana. Dengan rekam jejak yang sudah teruji di kampung halamannya sendiri, warga menilai bahwa sosoknya adalah tipe pemimpin yang tak banyak bicara tapi banyak kerja.


Tak butuh waktu lama bagi warga untuk bereaksi. Begitu Kang Asep menyelesaikan sambutannya, tepuk tangan pecah diselingi teriakan "Gasol maju!" dari kerumunan.


Dukungan Mengalir dari Berbagai Kalangan


Engkus, tokoh masyarakat setempat, dengan sedikit gemetar mengatakan, "Banyak calon-calon datang, dengan janjinya masing-masing. Tapi Kang Asep ini beda. Dia buktikan dulu, baru bicara. Saya dan keluarga insyaallah dukung penuh," ujarnya disambut anggukan warga lainnya.


Yang menarik, dukungan tak hanya datang dari kalangan dewasa. Para pemuda karang taruna juga terlihat kompak mengibarkan spanduk kecil bertuliskan "Padaruum Siap Ngangkat Kang Asep". Suasana yang tadinya santai berubah menjadi semarak bak gelaran festival kampung.


"Kami butuh pemimpin yang dekat dengan pemuda, yang ngerti aspirasi kami. Kang Asep itu setiap ada kegiatan pemuda selalu datang, bukan cuma pas butuh suara," ujar Andi, ketua karang taruna.


Jejak Karya yang Berbicara


Yang membuat langkah Kang Asep berbeda dari calon-calon lainnya adalah jejak karya yang sudah terlihat nyata. Selain jalan mulus di Padaruum, ia juga dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial. Beberapa tahun terakhir, ia kerap menginisiasi program-program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pelatihan keterampilan bagi ibu-ibu PKK hingga bantuan untuk anak-anak kurang mampu.


"Kang Asep itu orangnya sederhana, tapi pikirannya maju. Dia sering kasih masukan ke kami soal cara bertani yang lebih baik, soal pemasaran hasil kebun. Dia nggak pelit ilmu," timpal seorang warga lainnya.


Tak hanya soal aksesibilitas, program pengaspalan yang digagas Kang Asep ternyata membawa dampak ekonomi yang signifikan. Warung-warung kecil di sepanjang jalan mulai ramai pembeli. Pengangkutan hasil bumi dari ladang pun jadi lebih cepat dan murah. Melihat dampak riil tersebut, warga pun makin yakin bahwa kepemimpinan berbasis aksi nyata seperti inilah yang dibutuhkan Desa Gasol ke depan.


Langkah Awal Menuju Pilkades 2028


Dengan deklarasi informal di kampung halamannya ini, langkah Kang Asep Dolen memasuki panggung Pilkades Gasol 2028 kian jelas. Meski masih dalam tahap penjajakan dan silaturahmi, geliat dukungan dari akar rumput sudah terasa kuat.


"Insyaallah kami akan kawal Kang Asep sampai ke kantor desa. Kami sudah punya bukti, bukan janji," tegas seorang warga paruh baya yang sejak tadi duduk di barisan depan.


Sore pun beranjak senja saat Kang Asep berpamitan. Namun sebelum meninggalkan warga, ia sempat berhenti sejenak, menatap jalan mulus yang membentang, lalu tersenyum. Di situlah mungkin letak kekuatan terbesarnya: bukan pada popularitas semata, tapi pada karya yang terus dikenang warganya sendiri.


"Jalan ini bukan milik saya, tapi milik kita semua. Dan kalau nanti Allah takdirkan saya memimpin, jalan menuju kemajuan Desa Gasol akan kita buat lebih panjang lagi," pungkasnya sebelum melangkah pergi, meninggalkan senyum dan harapan baru di hati warganya.


Dengan modal kepercayaan dan rekam jejak nyata, Pilkades Gasol 2028 dipastikan akan semakin menarik untuk disaksikan. Dan sore itu, di Kampung Padaruum, sebuah perjalanan baru telah dimulai. Bukan dimulai dari mimpi, tapi dari karya yang sudah berbicara.


AS/Najib

Type above and press Enter to search.