CIANJUR, – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, menuai polemik tajam di kalangan orang tua siswa. Alih-alih menerima manfaat, mereka justru mengaku dipusingkan oleh keanehan paket makanan yang diterima anak-anak mereka, Senin 23 Februari 2026.
Pasalnya, paket yang diproduksi di Dapur SPPG MBG Kampung Haregem, Desa Galudra, itu diklaim sebagai jatah untuk dua hari, namun isinya dianggap jauh dari kata layak.
Orang tua siswa sontak bereaksi keras setelah membuka isi paket yang hanya berisi sekotak susu 125 ml, satu buah jeruk, lima lembar roti tawar, dan sebungkus kecil abon.
Dengan dalih program senilai Rp15.000 per porsi, wali murid menilai hitung-hitungan mereka tak sejalan dengan kenyataan di lapangan.
"Kecewa berat. Saya hitung sendiri, ini enggak sampai Rp10.000 per porsi, apalagi Rp15.000. Ini keterlaluan. Apalagi ini katanya jatah untuk dua hari," ujar seorang orang tua siswa dengan nada kesal.
Ia mempertanyakan logika di balik paket yang disiapkan untuk dua hari dengan porsi minim. Menurutnya, jika pun untuk sehari, paket tersebut masih mengecewakan. Namun untuk dua hari, ia menilai program ini sudah masuk kategori pelecehan terhadap kebutuhan gizi anak.
"Kalau buat sehari saya masih bisa maklum walau kecewa. Tapi ini katanya untuk dua hari? Saya merasa dirugikan. Ini seperti lelucon di tengah kebutuhan gizi bagi anak-anak kami," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola Dapur SPPG MBG Kampung Haregem masih bungkam. Tak ada pernyataan resmi maupun klarifikasi yang disampaikan, sementara keresahan warga terus menggelinding.
Publik pun menanti: apakah program MBG benar-benar berpihak pada anak-anak, atau hanya sekadar proyek pencitraan dengan isi yang tak sebanding janji?
Tim

