Jakarta, - Ketua Umum Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Ramadhan Djamil mendesak pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas dan menyeret dalang di balik aksi pemukulan yang dilakukan oleh sejumlah oknum preman terhadap Faisal di lingkungan Polda Metro Jaya. Insiden ini, menurut Ramadhan Djamil, telah mencoreng marwah institusi kepolisian di mata publik.
"Kami sangat kecewa dan prihatin dengan kejadian ini. Tindakan pemukulan yang terjadi di markas kepolisian sendiri adalah sebuah preseden buruk yang tidak dapat dibiarkan," tegas Ramadhan Djamil dalam pernyataannya yang diterima media hari ini. "Lebih penting lagi, kami meminta agar aktor intelektual atau dalang di balik aksi premanisme ini segera diidentifikasi dan dibawa ke ranah hukum. Siapapun yang memerintahkan tindakan keji ini harus bertanggung jawab."
JWI menilai bahwa insiden pemukulan tersebut tidak hanya merupakan pelanggaran hukum, tetapi juga merupakan penghinaan terhadap upaya penegakan keadilan. "Bagaimana mungkin sebuah institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban justru menjadi saksi bisu terhadap kekerasan di dalamnya? Ini sungguh mencederai kepercayaan masyarakat terhadap Polri," tambah Ramadhan Djamil.
Pihak JWI menekankan bahwa pembiaran terhadap pelaku dan dalang aksi ini dapat menimbulkan kesan bahwa aparat kepolisian tidak mampu atau bahkan melindungi kelompok premanisme. Hal ini tentu akan berdampak buruk pada citra kepolisian secara keseluruhan dan dapat mengikis rasa aman masyarakat.
"Kami percaya bahwa mayoritas anggota kepolisian bekerja profesional dan berintegritas. Namun, insiden seperti ini dapat merusak kerja keras mereka. Oleh karena itu, kami mendesak agar transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan kasus ini diutamakan. Masyarakat perlu melihat bahwa keadilan ditegakkan tanpa pandang bulu," ujar Ramadhan Djamil.
JWI berkomitmen untuk terus mengawal proses hukum yang akan dijalankan oleh kepolisian dan akan memberikan dukungan penuh kepada korban, Faisal. "Kami akan terus bersuara agar kasus ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata, melainkan sampai ke akar akarnya. Kami percaya bahwa dengan penindakan tegas terhadap dalangnya, kepercayaan publik terhadap Polri dapat kembali pulih."
Ramadhan Djamil juga mengimbau agar pihak kepolisian segera melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya insiden memalukan serupa di masa mendatang, terutama di wilayah institusi penegak hukum itu sendiri.
Lys/Amir
