CIANJUR, – Pembangunan infrastruktur di wilayah selatan Cianjur kembali mendapat angin segar. Proyek Jembatan Gantung Garuda yang kini tengah dikerjakan di atas aliran Sungai Cidamar, tepatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Naringgul, dipastikan berlangsung aman dan kondusif. Masyarakat setempat pun menyambut antusias kehadiran jembatan ini sebagai akses vital yang selama ini mereka nantikan.
Jembatan tersebut diharapkan mampu memutus rantai isolasi geografis yang selama puluhan tahun membatasi pergerakan warga. Selama ini, akses menuju pemukiman dan lahan pertanian kerap terputus saat debit air sungai meningkat, memaksa warga menempuh jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko.
Danramil Cidaun, Lettu Inf Anto, menyampaikan bahwa hingga saat ini progress pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan. Pihaknya secara intensif melakukan pendampingan dan pengawasan, khususnya terkait aspek keselamatan kerja dan ketepatan teknis di lapangan.
"Alhamdulillah, tidak ada kendala berarti. Yang paling membanggakan adalah sinergi yang terbangun antara personel TNI di lapangan, kontraktor pelaksana, dan masyarakat. Gotong royong ini menjadi energi positif yang membuat pembangunan berjalan optimal dan kondusif," ujar Lettu Inf Anto saat ditemui di lokasi proyek, Selasa (25/2/2025).
Ia menambahkan, kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat dalam proyek ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus komitmen untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah-daerah.
Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Soleh Hermawan, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar struktur fisik yang menghubungkan dua tepi sungai, melainkan urat nadi perekonomian warganya.
"Ini adalah sejarah baru bagi Desa Mekarsari. Penantian panjang warga kami akhirnya terjawab sudah. Dengan adanya Jembatan Garuda, akses ke pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan akan jauh lebih mudah. Kami yini ini akan mendongkrak roda perekonomian desa secara signifikan," tutur Soleh penuh harap.
Kegembiraan serupa juga diungkapkan oleh Rosidi, salah seorang tokoh pemuda sekaligus petani setempat. Ia menceritakan bagaimana selama ini perjuangan warga saat musim hujan tiba. Aktivitas mengangkut hasil bumi seperti padi dan palawija dari ladang kerap terkendala derasnya arus Sungai Cidamar.
"Saya mewakili warga, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami sudah tidak sabar ingin segera menggunakan jembatan ini. Ke ladang, ke pasar, atau mengantar anak sekolah, nggak perlu khawatir lagi seperti dulu. Semoga pembangunan cepat selesai dan membawa berkah untuk kita semua," pungkas Rosidi dengan mata berbinar.
Dengan rampungnya proyek ini nanti, diharapkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Naringgul semakin terintegrasi, membuka peluang baru bagi pengembangan potensi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di selatan Kabupaten Cianjur.
AS/Najib
