CIANJUR, – Setelah melalui proses pembangunan yang penuh semangat gotong royong, Jembatan Gantung Garuda yang membentang di atas Sungai Cidamar, Dusun Ciawitali, Desa Mekarsari, Kecamatan Naringgul, akhirnya dinyatakan rampung 100 persen. Infrastruktur vital ini menjadi penyambung harapan bagi warga yang selama puluhan tahun terisolasi oleh derasnya aliran sungai.
Proyek yang menjadi impian lama masyarakat pedalaman Cianjur Selatan ini bukan sekadar konstruksi fisik belaka. Lebih dari itu, ia menjelma menjadi simbol nyata kemanunggalan antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan rakyat. Sepuluh personel TNI dari Koramil Cidaun bahu-membahu bersama warga, mengangkut material, merakit struktur, hingga memasang rangkaian kabel baja, menjadikan setiap tetes keringat yang tercurah sebagai saksi kebersamaan yang tak terpisahkan.
Komandan Rayon Militer (Danramil) Cidaun, Lettu Inf Anto, dalam keterangannya di lokasi proyek, Senin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang terlibat. Menurutnya, keberhasilan ini adalah buah dari kerja keras kolektif yang mengatasi berbagai tantangan di lapangan.
"Alhamdulillah, kami laporkan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Sungai Cidamar hari ini mencapai progres 100 persen dan dinyatakan selesai. Sebanyak 10 personel kami turunkan secara penuh untuk mendampingi dan membaur dengan warga. Memang sempat ada kendala teknis dan koordinasi di awal, namun berkat semangat gotong royong yang membara, semua rintangan dapat dilalui. Jembatan ini kini berdiri kokoh dan siap diabadikan untuk kepentingan masyarakat," ujar Lettu Inf Anto dengan nada penuh bangga.
Kehadiran jembatan sepanjang puluhan meter ini bagai oase di tengah kegersangan aksesibilitas yang selama ini membelenggu warga Dusun Ciawitali dan sekitarnya. Kepala Desa Mekarsari, Bapak Soleh, mengungkapkan bahwa selama ini warganya harus menempuh risiko tinggi saat melintasi sungai, terutama ketika musim penghujan tiba dengan debit air yang meluap.
"Kami mewakili seluruh masyarakat Desa Mekarsari, khususnya warga Ciawitali, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada TNI dan semua pihak yang telah mewujudkan mimpi ini. Sebelumnya, akses di sini sangat sulit dan berisiko. Kini, dengan jembatan yang kokoh ini, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial warga akan jauh lebih lancar. Anak-anak sekolah tidak perlu khawatir, petani bisa mengangkut hasil bumi dengan lebih mudah. Ini adalah kado terindah bagi desa kami," tutur Bapak Soleh dengan mata berkaca-kaca.
Antusiasme dan rasa haru juga terpancar dari raut wajah Asep Jober, salah satu warga yang turun tangan langsung sejak hari pertama peletakan batu pertama. Ia mengaku tak pernah membayangkan bahwa sungai yang selama ini menjadi pemisah kini telah tersambung oleh jembatan kokoh yang mereka bangun sendiri bersama para seragam hijau.
"Saya ini hanya warga biasa, ikut ngangkut batu dan pasir. Rasanya campur aduk, senang dan terharu. Selama ini kami hanya bisa memimpikan jembatan yang layak. Sekarang mimpi itu jadi nyata. Terima kasih Bapak-bapak TNI yang sudah membantu kami dari awal pengumpulan material sampai jembatan ini jadi. Mulai besok, anak-anak saya dan tetangga bisa ke sekolah dengan aman, tidak perlu khawatir lagi kalau mau lewat," ungkap Asep Jober dengan suara bergetar penuh syukur.
Keberhasilan pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini mencatatkan data sebagai berikut:
· Lokasi: Dusun Ciawitali, Desa Mekarsari, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur.
· Progres Akhir: 100% (Selesai dan Siap Digunakan).
· Pelibatan Personel:
· TNI: 10 Orang (Koramil Cidaun)
· Masyarakat: 5 Orang (Tim Inti) + puluhan warga secara bergantian.
· Pendampingan: Pemerintah Desa Mekarsari.
Dengan diresmikannya jembatan ini, denyut nadi perekonomian dan pendidikan di wilayah perbatasan Cianjur Selatan dipastikan akan menggeliat. Tak hanya menghubungkan dua tepian sungai, Jembatan Gantung Garuda telah menghubungkan masa depan yang lebih cerah bagi seluruh masyarakat Dusun Ciawitali.
AS/Najib
