BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Dukungan Publik Menguat, Komunitas Alquts Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan di Cianjur


CIANJUR, – Gelombang dukungan terhadap pengusutan dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur terus menguat. Sejumlah organisasi masyarakat, LSM, hingga komunitas sipil menyatakan sikap serupa agar kasus tersebut ditangani secara tuntas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Terbaru, dukungan datang dari Komunitas Alquts Kabupaten Cianjur. Mereka menyatakan komitmen untuk mengawal proses hukum atas laporan dugaan praktik transaksional dalam pengisian jabatan birokrasi yang sebelumnya diajukan oleh Ormas Laskar Merah Putih (LMP) Cianjur ke KPK.


Ketua Komunitas Alquts Kabupaten Cianjur, Zacky Zeth Al-Zubaidi bin Abubakar, menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah pelaporan tersebut. Menurutnya, praktik jual beli jabatan merupakan ancaman serius bagi tata kelola pemerintahan.


“Praktik transaksional dalam pengisian jabatan birokrasi berpotensi merusak sistem pemerintahan serta menurunkan kualitas pelayanan publik. Karena itu, kami mendukung penuh proses pengusutan oleh KPK,” ujar Zacky, Senin (13/4/2026).


Ia juga mengapresiasi inisiatif pelaporan yang dilakukan LMP dan menilai langkah tersebut sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah. Komunitasnya, kata dia, siap terlibat dalam pengawalan hingga proses hukum mencapai kejelasan.


Lebih lanjut, Zacky menyinggung maraknya operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap sejumlah kepala daerah dalam beberapa waktu terakhir. Ia menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi peringatan bagi seluruh pejabat publik, termasuk di Cianjur, agar tidak terjerat praktik serupa.


“Rangkaian OTT yang dilakukan KPK harus menjadi alarm keras bagi para pejabat daerah. Jangan sampai praktik serupa terjadi atau dibiarkan di Cianjur,” tegasnya.


Seperti diketahui, laporan dugaan jual beli jabatan di Pemkab Cianjur sebelumnya telah disampaikan Laskar Merah Putih kepada KPK dan dikabarkan mendapat respons awal dari lembaga antirasuah tersebut. Hingga kini, publik masih menantikan langkah lanjutan dalam proses penyelidikan kasus tersebut.

Nang

Type above and press Enter to search.