BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Mahasiswa Geruduk DLH: Sampah Dihamburkan Depan Kantor, Darurat Sampah Disorot


CIANJUR, — Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM PTNU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) dan afiliasi NU menggeruduk kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Kamis 30 April 2026. 


Sebelum berdemonstrasi, mereka dengan sengaja membawa dan menghamburkan sampah di halaman depan kantor dinas sebagai simbol kekecewaan terhadap buruknya pengelolaan sampah di wilayah tersebut.


Aksi yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB itu langsung menyedot perhatian warga dan aparat kepolisian yang mengamankan lokasi. Para mahasiswa menilai Pemerintah Kabupaten Cianjur telah gagal mengatasi persoalan sampah yang kian darurat, terutama di musim penghujan.


Koordinator lapangan aksi, Syahrul Ramadhan, memaparkan setidaknya tiga poin kritis yang menjadi keluhan utama:


1. Titik pembuangan resmi tidak jelas, ketika berdiskusi dengan pejabat DLH, para mahasiswa mengaku tidak mendapat jawaban pasti mengenai jumlah dan lokasi titik pembuangan sampah resmi di Kabupaten Cianjur.

2. Cianjur Selatan tanpa akses dan armada, menurut pengakuan DLH, wilayah Cianjur Selatan sama sekali tidak memiliki tempat pembuangan resmi maupun armada pengangkut sampah ke Kota Cianjur.

3. Pusat kota kumuh, sampah berserakan di kawasan pemerintahan daerah (Pemda) Cianjur sejak pagi hari dari pukul 07.00 WIB - 08.00 WIB tanpa tersedianya kotak sampah yang memadai.


"Bayangkan, warga Cianjur Selatan harus buang sampah ke mana? Tidak ada titik resmi, tidak ada armada. Ini bukan lagi masalah klasik, ini darurat sampah," tegas Syahrul di lokasi aksi.


Ia juga menyayangkan kondisi ikonik pusat pemerintahan yang justru menjadi pemandangan kumuh. "Malu kalau tamu dari luar daerah datang atuh. Kota kumuh, sampah di mana-mana. Ini Cianjur, bukan tempat pembuangan akhir," imbuhnya.


Kekecewaan mahasiswa semakin memuncak karena Kepala Dinas Lingkungan Hidup Cianjur tidak hadir menemui mereka. Sekretaris Dinas, Prihadi Wahyu Santosa, pun dinilai tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar, seperti jumlah titik resmi pembuangan sampah dan keberadaan armada di daerah selatan.


"Kami sudah datang baik-baik. Sudah menempuh prosedur resmi: surat ke DLH dan kepolisian tiga hari sebelum aksi. Tapi kepala dinas tidak hadir. Tidak ada hasil dari diskusi hari ini," ujar Syahrul dengan nada kecewa.


Mahasiswa mengancam akan kembali turun dengan massa lebih besar jika tuntutan mereka tidak digubris. Tuntutan utama: evaluasi kinerja pengelolaan sampah secara menyeluruh dan evaluasi internal di jajaran DLH Cianjur.


Menanggapi aksi tersebut, Sekretaris DLH Cianjur, Prihadi Wahyu Santosa, menyebut aksi mahasiswa sebagai "masukan yang sangat baik" bagi sistem pengelolaan sampah. Ia berjanji akan meneruskan aspirasi ke pimpinan.


"Kami akan berusaha memaksimalkan kebijakan ke depan. Sebetulnya ada program dari pusat bahwa pengelolaan sampah bukan cuma mengangkut, tapi harus selesai dari hulu," ujar Prihadi.


Namun, ia mengakui bahwa pihaknya belum bisa menjangkau seluruh wilayah, khususnya Cianjur Selatan. "Fokus kami sekarang masih mendiskusikan pola yang tepat agar hasilnya maksimal ketika disosialisasikan ke masyarakat," tutupnya.

Nang

Type above and press Enter to search.