CIANJUR, – Sebanyak 114 pasangan pebulutangkis dari tiga strata kompetisi berbeda resmi mencanangkan tekad mereka pada pembukaan Kejuaraan Bulutangkis Chaplin Cup ke-9, Jumat (1/5/2026). GOR Chaplin Aufahrisha, Cianjur, untuk 16 hari ke depan akan bertransformasi menjadi gelanggang pembuktian—dari atlet pemula hingga pengalaman bertahun-tahun.
Turnamen yang berlangsung hingga 17 Mei 2026 ini tidak dirancang sebagai sekadar rivalitas musiman. Ketua Panitia, Asep Sani Chaplin, menegaskan bahwa event ini merupakan simulasi nyata turnamen profesional dengan sistem gugur (knockout) dan penerapan rally point ketat. Setiap pasangan dipaksa berakselerasi sejak poin pertama; satu kelengahan di babak awal dapat langsung mengubur ambisi mereka.
"Ini adalah laboratorium mental. Kami ingin atlet Cianjur terbiasa dengan tekanan sejak laga pembuka. Tidak ada istilah 'pemanasan pelan-pelan' di sini. Setiap poin bernilai mati, karena tekanan itu tidak kenal ampun—hanya mereka yang siap mental yang akan bertahan," ujar Asep dalam sambutan pembukaan.
Antusiasme publik terhadap ajang ini terkonfirmasi dari angka partisipasi. Kategori C (pemula dan remaja) meledak hingga 50 pasangan—melampaui target awal 40 pasang atau naik 25 persen. Lonjakan ini menjadi indikator menjanjikan bagi regenerasi bulutangkis di wilayah Priangan Timur. Sementara itu, kategori A (utama) dan B (madya) masing-masing akan diperebutkan oleh 32 pasangan terbaik. Total 114 pasangan akan bertarung selama dua pekan.
Wakil Ketua II Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kabupaten Cianjur, Ate Nurjamil, M.Pd., yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mandiri komunitas ini. Menurutnya, turnamen seperti Chaplin Cup adalah mata rantai yang tak boleh putus dalam ekosistem pembinaan atlet.
"Dari kategori C, kami bisa memindai bibit-bibit baru dengan karakter mental yang kuat. Sementara kategori A dan B menjadi ajang pemeliharaan performa bagi atlet berpengalaman. Bukan sekadar kompetisi—ini proses pencarian sekaligus pembentukan," tutur Ate.
Babak puncak dipastikan berlangsung sengit. Panitia telah menjadwalkan seluruh semifinal dan final untuk ketiga kategori digelar serempak pada periode 14–17 Mei 2026. Total uang pembinaan mencapai puluhan juta rupiah, ditambah piala bergengsi, telah disiapkan untuk para juara.
Namun, Asep Sani Chaplin menyampaikan harapan yang lebih dalam kepada publik Cianjur. "Atlet sudah menyiapkan raket dan kaki mereka. Kini saatnya masyarakat menyiapkan tepuk tangan dan dukungan. Energi dari tribun adalah asupan tak ternilai yang tidak bisa digantikan oleh latihan apapun. Mari kita saksikan lahirnya juara baru Cianjur," pungkasnya.
Perwakilan Rokok HS, Andri, yang turut hadir dalam pembukaan, menegaskan komitmen sponsor terhadap pengembangan olahraga di tingkat komunitas. "Kami percaya bahwa keberanian untuk berbeda—baik dalam gaya hidup maupun dalam berprestasi—harus dimulai dari ruang yang paling konkret: lapangan. Rokok HS mendukung Chaplin Cup karena turnamen ini mencerminkan semangat 'Berani Kita Beda'—berani menggusur cara lama berlatih, berani menciptakan tekanan sedini mungkin, dan berani memberi ruang bagi atlet non-unggulan untuk membuktikan diri. Ini kontribusi nyata kami untuk ekosistem bulutangkis akar rumput," ujar Andri di sela-sela acara.
Dengan kolaborasi antara panitia, PBSI, dan sektor swasta yang memahami urgensi pembinaan mental, Chaplin Cup ke-9 bukan hanya sekadar kejuaraan. Ia adalah cermin kecil dari upaya kolektif menemukan dan membentuk duta-duta bulutangkis masa depan Cianjur—sejak poin pertama, tanpa ruang untuk mundur.
Jib

