CIANJUR, – Dalam semangat Idul Adha 1447 Hijriah, Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menggelar acara silaturahmi istimewa bersama para "Pejuang Jalanan" yang berlangsung khidmat di Bundaran Tugu Lampu Gentur, Kabupaten Cianjur, Jumat 29 Mei 2026, sekitar pukul 13.00 WIB.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolres dan di dampingi Wakapolres beserta jajaran, ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus berbagi kebahagiaan dengan para mitra kepolisian di lapangan.
Suasana kebersamaan terlihat saat peserta dan pejabat Polres Cianjur makan bersama secara prasmanan. Kegiatan itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat yang beraktivitas di jalan.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang diinisiasi oleh Kapolres tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud kepedulian terhadap rekan-rekan pejuang jalanan, khususnya yang tergabung dalam ekosistem ojek Kamtibmas.
"Hari ini sudah berlangsung kegiatan yang diinisiasi Kapolres. Dalam rangka Idul Adha ini, beliau ingin berbagi dengan sahabat kita di jalanan, terutama teman-teman dari ojek Kamtibmas yang terdiri dari ojol (ojek online), teman-teman ojek pangkalan PMOC (Paguyuban Motor Ojeg Cianjur), serta teman-teman derek yang ada di Kabupaten Cianjur," ujar AKP Aang kepada awak media usai acara.
Ia menambahkan, usai salat Jumat, Kapolres langsung memimpin jalannya silaturahmi. Sebelum kedatangan Kapolres, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) memanfaatkan momen tersebut untuk menjalankan program unggulan mereka, yakni "Polantas Menyapa".
"Kami dari Lalu Lintas menilai ini momentum yang bagus. Kami punya program bernama Polantas Menyapa, yaitu berdiskusi dan curhat dengan teman-teman ojek Kamtibmas maupun masyarakat sekitar. Selain silaturahmi, kami juga mengedukasi tentang tata tertib di jalan raya. Alhamdulillah berjalan lancar," jelas AKP Aang.
Antusiasme peserta terlihat melampaui target undangan. AKP Aang memaparkan bahwa dari target undangan 50 orang untuk ojek online dan 50 orang dari PMOC, jumlah yang hadir jauh lebih banyak. Sementara itu, perwakilan dari kru derek (towing) hadir sebanyak 10 orang.
Dalam sesi diskusi yang hangat, perwakilan PMOC, Pak Erlan, dan perwakilan ojek online, Kang Deni, menyuarakan satu keluhan utama dari masyarakat Cianjur, yaitu maraknya penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis atau yang populer disebut "knalpot brong".
"Mereka memohon kepada pihak kepolisian untuk terus konsisten (continue) melaksanakan penindakan terhadap knalpot brong karena sangat mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat Kabupaten Cianjur," terang AKP Aang menirukan aspirasi peserta.
Menanggapi hal itu, pihak kepolisian menyatakan komitmennya untuk terus menindak pelanggaran tersebut demi menjaga ketentraman warga.
Salah satu capaian penting dari silaturahmi ini adalah terjalinnya komunikasi yang baik antara ojek pangkalan (PMOC) dan ojek online. AKP Aang menegaskan bahwa selama ini isu "zona merah" atau "zona gajah" yang kerap menjadi sumber ketegangan antarkeduanya, kini sudah tidak ada lagi.
"Alhamdulillah, tidak ada lagi zona merah. Antara teman-teman dari PMOC dan ojek online sudah bisa berkomunikasi dengan baik, rukun, dan duduk bersama. Kerukunan ini akan terus kami pelihara, mulai dari apel bersama hingga program lainnya," tegasnya.
Ke depan, Polres Cianjur berencana untuk terus membina kelompok-kelompok ini melalui berbagai kegiatan positif, termasuk pembangunan bengkel dan warung untuk ojek online yang telah didirikan di sisi kiri lokasi. "Insya Allah akan kami bina terus. Rencana selanjutnya adalah kegiatan mancing bersama," tutup AKP Aang dengan penuh optimisme.
Nang.

