CIANJUR, – Menyambut perayaan Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada 27 Mei 2026, para penjual ketupat musiman di Kp. Cipicung, Desa Babakankaret, Kecamatan Cianjur, mulai sibuk membuat anyaman ketupat. Meski hari raya masih beberapa hari lagi, aktivitas produksi sudah terlihat di sejumlah rumah warga yang berprofesi sebagai pengrajin ketupat.
Salah satu penjual, Yusup (40), mengaku tidak memasarkan ketupat buatannya di daerah Cianjur karena minimnya peminat saat Idul Adha. Sebagian besar masyarakat Cianjur, menurutnya, lebih banyak menyajikan ketupat saat perayaan Idul Fitri, bukan Idul Adha.
"Biasanya saya bawa ke daerah Bogor. Di sana permintaannya cukup tinggi untuk Idul Adha. Kalau di Cianjur, kurang peminat," ujar Yusup Minggu 24 Mei 2026.
Setiap kali musim Idul Adha tiba, Yusup memproduksi sekitar 1.000 buah ketupat yang dijual dengan harga Rp2.000 per buah. Seluruh stok tersebut akan ia kirim ke sejumlah pasar tradisional dan langganan di wilayah Bogor.
"Harapan saya, tahun ini pembeli lebih banyak dibanding tahun lalu. Semoga rezekinya lancar," tutup Yusup.
Dengan jarak tempuh Cianjur–Bogor sekitar dua jam perjalanan darat, distribusi ketupat biasanya dilakukan dua hari sebelum hari raya untuk menjaga kesegaran produk. Para pengrajin berharap momen Idul Adha tahun ini bisa lebih mendongkrak pendapatan mereka.
Nang.

