CIANJUR, panambur.com – Pemerintah Kecamatan Cidaun kembali membuktikan kehadiran negara tidak boleh berhenti di tengah jalan. Hanya dalam hitungan jam setelah menerima aduan, Camat Cidaun, Gagan Rusganda, memimpin langsung layanan jemput bola ke pelosok kampung untuk mengurus dokumen seorang warga yang tengah berjuang melawan penyakit diabetes.
Bermula dari laporan pihak keluarga pada Rabu sore (29/7/2026) melalui Program DAWALA, keesokan paginya, Kamis (30/7/2026), Gagan telah bergerak bersama tim dari Pemerintah Desa Jayapura dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur. Mereka menyusuri jalan rusak menuju rumah Saripah, warga Kampung Mekar Harapan, Desa Jayapura, yang sedang menjalani perawatan intensif dan tak mampu beranjak dari tempat tidur.
Perjalanan menuju kediaman Saripah tak mudah. Medan terjal dan minimnya akses jalan membuat kendaraan roda dua yang ditumpangi petugas harus beringsut hati-hati. Di tengah perjalanan, peta digital di telepon seluler juga kehilangan fungsi karena wilayah itu merupakan blank spot—sinyal telekomunikasi nyaris tak ada. Tim sempat beberapa kali berhenti untuk memastikan arah, mengandalkan petunjuk warga setempat yang ditemui di sepanjang jalan.
Namun segala kendala itu tak menyurutkan langkah. Begitu tiba, petugas langsung memproses perekaman data dan pembuatan dokumen kependudukan yang dibutuhkan Saripah sebagai syarat pelayanan di rumah sakit. Senyum dan isak haru menyambut kehadiran rombongan camat di teras rumah sederhana itu.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Camat Cidaun, Pemerintah Desa Jayapura, dan Disdukcapil yang sudah jauh-jauh datang langsung. Ini sangat membantu ibu kami yang sedang sakit. Kami benar-benar tidak menyangka pelayanannya secepat dan sebaik ini,” ujar salah satu anak Saripah mewakili keluarga dengan suara bergetar.
Camat Cidaun, Gagan Rusganda, menegaskan bahwa aksi cepat ini bukan sekadar seremonial. Menurutnya, DAWALA—singkatan dari program Datangi Warga dan Layani ialah layanan jemput bola Kecamatan Cidaun, memang dirancang untuk memangkas jarak antara pelayanan publik dengan warga yang paling rentan.
“Begitu laporan masuk sore kemarin, saya langsung koordinasi dengan desa dan Disdukcapil. Pagi ini kami terjun. Tidak ada alasan untuk menunda, karena dokumen ini menyangkut pengobatan warga. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga Cidaun yang terlewat dari layanan dasar hanya karena terkendala jarak, sakit, atau usia lanjut,” tegas Gagan.
Program DAWALA sendiri menjadi ujung tombak Kecamatan Cidaun dalam menjangkau penyandang disabilitas, warga lanjut usia, serta pasien dengan keterbatasan mobilitas yang tersebar di kampung-kampung terpencil. Dengan menyambangi langsung rumah warga, program ini menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan publik yang tidak hanya cepat dan responsif, tetapi juga menyentuh langsung mereka yang paling membutuhkan.
Keberhasilan layanan terhadap Saripah menjadi bukti bahwa di tangan birokrasi yang proaktif, keterbatasan fisik dan geografis tak lagi menjadi jurang pemisah antara warga dan hak-hak dasarnya.
Nang.

