CIANJUR, panambur.com – Suasana Car Free Day (CFD) di Jalan KH. Abdullah Bin Nuh, Cianjur, yang biasanya riuh dengan gelak tawa, berubah menjadi kepanikan pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Sebuah gerobak nasi goreng milik Mumuh mendadak dilalap si jago merah di tengah kerumunan pengunjung.
Kobaran api dengan cepat melahap seluruh bagian gerobak berbahan kayu itu, bersama kompor, tabung gas, dan seluruh peralatan dagangan. Kepulan asap hitam tebal membumbung tinggi, membuat para pengunjung dan pedagang di sekitarnya berhamburan menjauh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas tersebut, namun seluruh dagangan yang menjadi tumpuan ekonomi Mumuh hangus tak tersisa. Kerugian materi ditaksir mencapai Rp15 juta.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur yang mendapat laporan langsung mengerahkan dua unit armada ke lokasi, dibantu personel kepolisian. Respons cepat ini berhasil memadamkan api dalam waktu kurang dari 30 menit dan mencegah kobaran merembet ke gerobak-gerobak lain yang berjejer di area CFD.
Mumuh, yang saat kejadian tengah berada di rumah, tak kuasa menahan tangis saat tiba di lokasi. “Saya lagi di rumah, langsung kaget begitu dapat kabar. Pas sampai sini dan saya buka tudung gerobak, semuanya sudah hangus terbakar. Tidak ada yang tersisa,” tuturnya lirih dengan mata sembab.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menjadi tanda tanya. Sejumlah dugaan mulai beredar di masyarakat—ada yang menyebut api dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan, tak sedikit pula yang mencurigai adanya unsur kesengajaan. Namun, pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh kemungkinan masih didalami.
“Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Masyarakat kami imbau untuk tidak menyebarkan asumsi atau spekulasi yang belum jelas kebenarannya. Tunggu hasil resmi dari kami,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.
Nang.

