Cianjur, - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Sayang 2, Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, resmi berakhir. Kegiatan penutupan yang berlangsung meriah ini digelar di halaman sekolah pada Selasa (21/07/2026).
Acara penutupan dihadiri langsung oleh Kepala SDN Sayang 2, Adang Sanjaya M.Pd., serta disaksikan oleh Pengawas Bina, Ketua Komite Sekolah, dan para orang tua murid. Suasana khidmat bercampur kegembiraan menyelimuti agenda penutupan masa adaptasi siswa baru tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala SDN Sayang 2, Adang Sanjaya M.Pd., menekankan pentingnya MPLS sebagai langkah awal membangun pondasi karakter siswa. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sarana krusial untuk memperkenalkan ekosistem sekolah secara menyeluruh.
“Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah, fasilitas, tata tertib, budaya belajar, hingga membangun karakter dan semangat belajar siswa sejak hari pertama mereka bergabung,” ujar Adang.
Selama lima hari pelaksanaannya, siswa baru telah melalui berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang khusus untuk menumbuhkan rasa percaya diri, mengenal lebih dekat lingkungan belajar, serta mempererat kebersamaan, baik dengan sesama siswa baru maupun dengan para pendidik.
Tidak hanya diisi dengan edukasi, kegiatan juga diperkuat dengan sesi pengarahan dari Pengawas Bina. Kehadiran beliau memberikan suntikan motivasi bagi siswa agar senantiasa memiliki antusiasme tinggi dalam mengejar ilmu di jenjang sekolah dasar.
Sebagai puncak acara, suasana di halaman sekolah menjadi sangat hidup dengan penampilan kreativitas siswa dari setiap kelas. Ragam unjuk bakat tersebut menyuguhkan kesan mendalam bahwa kreativitas siswa menjadi salah satu prioritas dalam pendidikan di SDN Sayang 2.
Secara keseluruhan, rangkaian MPLS di SDN Sayang 2 terpantau berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan kondusif hingga akhir kegiatan. Diharapkan, setelah berakhirnya masa MPLS ini, seluruh peserta didik baru lebih siap untuk menjalani proses pembelajaran secara efektif di tahun ajaran baru.
Red Arif

