CIANJUR, – Suasana haru sekaligus penuh semangat kebangsaan menyelimuti Aula Kantor Kecamatan Cugenang, Kamis (13/8/2026). Ratusan tokoh agama, ulama, serta masyarakat memadati lokasi dalam gelaran Syahriyyahan Istimewa yang dirangkai dengan Pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Desa, Istighosah, dan Tabligh Akbar.
Kegiatan yang digagas oleh MUI Kecamatan Cugenang ini digelar sebagai wujud tasyakur menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus memuliakan bulan kelahiran Nabi Agung Muhammad SAW. Dengan mengusung tema "Khidmah Ulama dan Umara Untuk Kemaslahatan Cugenang", acara tersebut menjadi panggung komitmen kolektif dalam membentengi daerah dari ancaman moral dan sosial.
Di tengah gelombang antusiasme peserta, Anggota DPRD Kabupaten Cianjur, Bayu Maulana Pamungkas, tampil dengan sikap tegas dan vokal. Dalam orasinya yang menggema, ia menempatkan isu penyimpangan seksual (LGBT) dan peredaran narkotika sebagai musuh utama yang harus dilawan habis-habisan.
"Jangan ada ruang sedikit pun bagi LGBT dan narkoba di Cianjur! Ini bukan soal pilihan, tapi ini soal harga diri dan masa depan bangsa. Kita tidak akan pernah kompromi terhadap hal-hal yang merusak tatanan akhlak dan generasi penerus," ujar Bayu dengan nada tinggi penuh penekanan.
Politisi muda ini mengingatkan bahwa data peredaran gelap narkotika di wilayah Cianjur masih mengkhawatirkan, sementara isu LGBT mulai menyusup melalui jalur digital yang sulit dibendung. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan rumah ibadah dan lingkungan keluarga sebagai benteng utama.
"Jika ulama dan umara bersatu, maka kekuatan moral akan mengalahkan segala bentuk kemaksiatan. Mari kita bersihkan Bumi Cianjur dari barang haram dan perilaku tercela," tegasnya lagi, yang disambut deru takbir dan tepuk tangan membahana dari jamaah. (Jib)
