BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Beras Medium Pengganti SPHP, Bulog Cianjur Pastikan Kualitas Tetap Sama


CIANJUR, panambur.com – Pemerintah resmi mengubah nama program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Medium. Perum Bulog akan menggunakan nama dan kemasan baru tersebut untuk memperluas distribusi beras medium kepada masyarakat.


Kepala Kantor Cabang Perum Bulog Cianjur Muhammad Azwar Fuad menegaskan, perubahan itu merupakan rebranding program stabilisasi harga beras medium. Menurutnya, langkah tersebut tidak mengubah kualitas beras yang disalurkan kepada masyarakat, ujarnya kepada awak media, Kamis, 10 September 2026.


“Informasi yang kami terima dari Perum Bulog pusat, akan dilakukan rebranding terhadap program stabilisasi harga beras medium,” katanya.


Sebelumnya, Bulog menggunakan kemasan SPHP berwarna kuning-hijau. Setelah rebranding, Beras Medium akan menggunakan kemasan berwarna biru muda. Azwar memastikan perubahan nama dan kemasan itu tidak memengaruhi kualitas beras.


“Tidak ada perubahan. Kualitasnya tetap sama dan masih masuk kelas beras medium,” jelasnya.


Ia menyebut, Bulog tetap menerapkan standar beras medium, termasuk ketentuan butir patah dan spesifikasi lainnya. Pemerintah juga tetap menjalankan program tersebut untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus menahan kenaikan harga di tingkat konsumen.


Bulog akan mempertahankan penyaluran beras medium secara masif agar masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau. Kemasan SPHP lama yang masih tersedia pun tidak akan ditarik dari peredaran.


“Jadi tidak ada penarikan kemasan SPHP yang sudah beredar. Setelah stok kemasan lama habis, baru digunakan kemasan baru,” kata Azwar.


Selain beras medium, pemerintah melalui Bulog menyiapkan skema stabilisasi harga beras premium. Pemerintah menyiapkan sekitar 75 ribu ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kelas premium untuk mendukung intervensi harga. Kebijakan itu menjadi langkah memperluas intervensi harga, setelah selama ini program lebih banyak menyasar beras medium.


Di Cianjur, Azwar berharap perubahan identitas tersebut dapat membantu menjaga harga beras tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).


“Harapan kami pertama, harga beras bisa kita tahan kenaikannya dan tetap stabil sesuai HET,” ujarnya.


Saat ini, Bulog Cianjur menjual beras SPHP sekitar Rp12.500 per kilogram. Sementara HET beras medium berada di kisaran Rp13.500 per kilogram.


Azwar juga mendorong masyarakat dan pelaku usaha untuk memperluas jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai titik distribusi. Menurutnya, semakin banyak RPK, semakin mudah masyarakat memperoleh beras Bulog di berbagai wilayah.


“Kami berharap semakin banyak Rumah Pangan Kita (RPK) yang mendaftar sehingga distribusi beras Bulog semakin merata,” katanya.


Khusus Cianjur dan Sukabumi, Bulog menggunakan beras hasil penyerapan petani lokal untuk memenuhi kebutuhan penyaluran. Azwar menyebut Bulog tidak menggunakan beras impor untuk kebutuhan penyaluran di kedua wilayah tersebut sepanjang 2025 dan 2026.


"Perubahan SPHP menjadi Beras Medium diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap beras terjangkau sekaligus memperkuat stabilisasi harga pangan," pungkas Azwar.


Nang.

Type above and press Enter to search.