CIANJUR, panambur.com – Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kabupaten Cianjur menggelar acara strategis bertajuk "Seminar Peningkatan Kapasitas Pengurus Yayasan Pendidikan" pada Selasa, 29 September 2026. Acara yang berlangsung di Aula Grand Bydiel ini juga dirangkai dengan pengukuhan Tim Teknis BMPS untuk 32 Kecamatan se-Kabupaten Cianjur.
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus yayasan pendidikan swasta serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola lembaga pendidikan swasta agar mampu bersinergi dengan pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Cianjur.
Ketua BMPS Kabupaten Cianjur, H. Muhammad Toha, Ia menekankan pentingnya pemahaman kelembagaan bagi para pengurus yayasan. Menurutnya, selama ini banyak yayasan yang hanya berfokus pada pendirian sekolah, namun kurang memperhatikan proses pembinaan kelembagaan yang berkelanjutan.
"Jumlah lembaga yayasan di Cianjur sangat banyak, data tercatat ada 1.300-an, bahkan berpotensi mencapai lebih dari 2.000 lembaga. Ini adalah potensi besar yang harus disinergikan untuk meningkatkan SDM Kabupaten Cianjur. Kuncinya ada pada pemahaman para pengurus yayasan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa yayasan adalah badan hukum yang menjadi payung bagi pendirian sekolah formal maupun non-formal, baik di lingkungan Kementerian Pendidikan maupun Kementerian Agama. Oleh karena itu, pemahaman mengenai manajemen yayasan menjadi hal krusial.
Salah satu isu utama yang dibahas dalam seminar ini adalah terkait perizinan operasional sekolah, khususnya jenjang PAUD, SD, dan SMP. H. Muhammad Toha menyoroti bahwa banyak pengurus yayasan dan kepala sekolah mengeluhkan proses perpanjangan izin operasional yang dianggap membebani.
"Jika kita bandingkan dengan kabupaten/kota lain, sebenarnya izin operasional sekolah tidak perlu ada perpanjangan izin. Ini yang perlu kita diskusikan bersama pemerintah daerah. Kami memberikan pemahaman kepada pengurus yayasan agar tidak hanya fokus pada izin, tetapi juga pada keterjaminan para guru dan tenaga pendidik di yayasan swasta," jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya tata kelola keuangan yang baik. Mayoritas pengurus yayasan perlu diedukasi mengenai sumber pendapatan dan pengelolaan pembiayaan, sehingga antara pendapatan dan pengeluaran dapat terkelola dengan sehat dan profesional.
"Pembinaan saat ini baru dilakukan satu hari untuk skala kabupaten. Rencananya, kami akan menyambangi setiap kecamatan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam," tambahnya.
H. Muhammad Toha menegaskan bahwa posisi pendidikan swasta sangat vital dan strategis. Hal ini dikarenakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bidang pendidikan di Cianjur perlu didorong lebih cepat. Dengan banyaknya angka anak tidak sekolah yang mencapai puluhan ribu, peran sekolah swasta menjadi sangat krusial untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.
"Jika hanya mengandalkan sekolah negeri, akan sangat sulit menjangkau seluruh pelosok. Karena itu, titik strategis pendidikan swasta ini harus kita dorong bersama untuk mendongkrak Angka Partisipasi Murni (APM) dan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di Kabupaten Cianjur," pungkasnya.
Nang.

