CIANJUR, panambur.com – Kabupaten Cianjur resmi dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gema Tunas V PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) dan SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Kegiatan akbar yang mempertemukan warga belajar pendidikan kesetaraan dari berbagai kabupaten dan kota ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet.
Mengusung tema “Semangat Panca Waluya Menuju Jawa Barat Istimewa di Era Baru”, kegiatan ini menegaskan komitmen pendidikan nonformal dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat. Slogan “PKBM & SKB Berkarya, Berbakti, Peduli” menjadi ruh dari seluruh rangkaian acara yang dikemas dalam bentuk kepramukaan, perlombaan, pembinaan, dan aktivitas kebersamaan.
Gema Tunas V dirancang sebagai ruang pembelajaran di luar kelas. Di balik 12 jenis perlombaan yang digelar, kegiatan ini bertujuan mengasah kemandirian, kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan bagi warga belajar Paket B dan Paket C.
Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, S.Pd.I., M.AP., menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari proses pendidikan karakter yang utuh.
“Kegiatan Pramuka pendidikan nonformal ini dirancang sebagai ajang pembinaan karakter, kemandirian, dan kedisiplinan. Ini adalah ruang bagi warga belajar untuk mengembangkan potensi melalui pengalaman nyata, bukan sekadar teori di kelas,” ujar Deni yang juga mantan Sekretaris PWI Cianjur.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Direktur Pendidikan Nonformal dan Informal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. I Gusti Made Ardana, S.Pd., M.T., Bupati Cianjur dr. Mohammad Wahyu Ferdian, Sp.OG., Kapolres Cianjur AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., Dandim 0608 Cianjur Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, S.Hub.Int., M.S.S., serta Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur Suci Wijayanti, S.H., M.Kn.
Turut hadir pula Ketua DPRD Kabupaten Cianjur Dr. Ir. Hj. Metty Triantika, M.T., Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur H. Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., Kepala BBGTK Provinsi Jawa Barat Dr. Sugito Adiwarsito, M.Pd.Or., serta Kepala BBPMP Provinsi Jawa Barat Komalasari, M.Pd., dan jajaran pengurus Forum PKBM dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.
Lingkungan Sarongge Valley yang berhawa dingin menjadi laboratorium alami bagi para peserta. Mereka dituntut untuk mampu mengatur diri, menjaga kebersihan area tenda, mematuhi jadwal, dan bekerja sama dalam regu. Panitia juga menerapkan aturan ketat, termasuk jam malam pukul 22.00 WIB, serta sanksi berjenjang bagi pelanggaran ringan, sedang, hingga berat.
“Karakter tidak cukup hanya diajarkan di dalam kelas. Anak-anak perlu merasakan langsung bagaimana hidup disiplin, bekerja sama, dan bertanggung jawab. Lingkungan perkemahan adalah guru yang sesungguhnya,” tambah Deni.
Selain perlombaan kepramukaan, peserta juga mengikuti karnaval dengan konsep ecoprint, membawa pakaian adat atau kreasi daerah masing-masing. Hal ini menjadi wadah kreativitas sekaligus pelestarian budaya.
Gema Tunas V diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang ditanamkan selama tiga hari diharapkan terbawa pulang dan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapannya, setelah mengikuti Gema Tunas ini, anak-anak bukan hanya membawa pengalaman tentang Pramuka. Mereka juga membawa nilai kedisiplinan, kemandirian, kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab,” pungkas Deni.
Dari Sarongge, Cianjur, pendidikan nonformal membuktikan bahwa belajar tidak mengenal batas ruang dan waktu. Melalui Gema Tunas V, warga belajar PKBM dan SKB se-Jawa Barat ditempa menjadi pribadi yang berkarya, berbakti, dan peduli.
Nang.

