CIANJUR, panambur.com – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi beberapa waktu lalu membawa dampak signifikan hingga ke wilayah Kabupaten Cianjur, khususnya Kecamatan Karangtengah. Meski demikian, pelayanan kesehatan di tingkat puskesmas setempat menunjukkan kesigapan luar biasa dalam menangani lonjakan kasus kesehatan yang muncul akibat sebaran debu vulkanik.
Kepala Puskesmas (Kapus) Karangtengah, Yudiansyah Sutawijaya, saat ditemui di kantornya Rabu, 16 September 2026, memaparkan bahwa pihaknya mencatat adanya peningkatan kasus kesehatan sejak dua hari setelah terjadinya erupsi. Peningkatan tersebut terjadi pada hari Senin dan Selasa, di mana masyarakat mulai merasakan dampak dari debu vulkanik yang menyelimuti wilayah tersebut.
"Sejak terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak sampai ke Cianjur, khususnya di Kecamatan Karangtengah, terjadi peningkatan kasus pernapasan dan kasus mata. Untuk kasus kulit tidak ada, hanya pernapasan dan mata yang terlihat meningkat," ujar Yudiansyah.
Meskipun terjadi lonjakan jumlah pasien, Yudiansyah menegaskan bahwa seluruh kasus dapat ditangani dengan baik di tingkat puskesmas. Tidak ada satu pun pasien yang memerlukan rawat inap atau harus dirujuk ke rumah sakit.
"Alhamdulillah, semuanya bisa ditangani di tingkat puskesmas dan bisa sembuh kembali dengan pengobatan yang ada. Saat ini kondisi sudah normal kembali, sehingga kasus mata dan pernapasan pun mulai turun," jelasnya.
Yudiansyah mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menunggu dampak memburuk. Sejak hari Sabtu, sebelum kasus menonjol pada Senin dan Selasa, Puskesmas Karangtengah telah melakukan langkah preventif melalui sosialisasi secara masif.
"Meskipun di hari libur, kita sudah sosialisasi melalui media yang ada di grup WA, kemudian di media sosial Facebook dan TikTok. Isinya tentang upaya pencegahan kepada masyarakat untuk menggunakan masker dan pelindung mata, terutama ketika bepergian menggunakan kendaraan roda dua, serta memakai pakaian lengan panjang untuk mencegah efek risiko dari abu vulkanik," terangnya.
Sosialisasi tidak hanya dilakukan secara daring. Pada hari Senin dan Selasa, petugas puskesmas menggelar penyuluhan langsung di gedung puskesmas, sekolah-sekolah, hingga melalui posyandu dan desa-desa. Selain itu, dilakukan pula pembagian masker secara gratis kepada pengunjung puskesmas.
"Kita juga bergabung dengan kegiatan kepolisian. Kebetulan kepolisian pun mengadakan kegiatan bagi-bagi masker ke masyarakat umum yang berkunjung ke Polsek ataupun di jalan raya. Kita support dari puskesmas memberikan bantuan masker," tambahnya.
Secara statistik, Yudiansyah membeberkan perbandingan jumlah pasien. Dalam kondisi normal, pasien dengan keluhan pernapasan di Puskesmas Karangtengah tidak lebih dari 10 orang per hari. Namun, saat puncak dampak debu vulkanik, jumlah tersebut berlipat menjadi sekitar 20 orang.
"Tidak ada yang sampai di rawat inap. Semua tertangani dan pulih kembali oleh pengobatan di tingkat puskesmas. Tidak ada satupun dari kasus yang ditangani puskesmas sampai dirujuk ke rumah sakit," tegasnya.
Dengan penanganan yang cepat, tepat, dan kolaboratif antara puskesmas, kepolisian, serta aparat desa, situasi kesehatan di Kecamatan Karangtengah kini dilaporkan telah kembali kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan, terutama jika terjadi perubahan cuaca atau aktivitas vulkanik susulan.
Nang.

