JAKARTA, — Teknisi KBR Utama TK. II Korbrimob Polri Brigjen Pol. Amostian menghadiri Upacara Penutupan Komponen Cadangan (Komcad) ASN Kementerian/Lembaga Gelombang II T.A. 2026 yang digelar di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Upacara yang berlangsung pukul 08.00 hingga 10.00 WIB tersebut dipimpin Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Jenderal Polisi (Purn.) Muhammad Tito Karnavian. Kegiatan turut dihadiri Menteri Pertahanan Republik Indonesia Jenderal TNI (Hor.) (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Keuangan Republik Indonesia Suahasil Nazara, Wakil Menteri Pertahanan Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta sejumlah pejabat kementerian/lembaga, unsur TNI-Polri, dan tamu undangan.
Penutupan tersebut menandai berakhirnya rangkaian Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komcad ASN Gelombang II yang berlangsung selama 37 hari, mulai 24 Agustus hingga 29 September 2026.
Kepala Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan RI Letjen Gabriel Lema dalam laporannya menyampaikan bahwa peserta Latsarmil Komcad ASN Gelombang II berjumlah 2.241 orang, terdiri atas 1.480 peserta pria dan 761 peserta wanita.
Sebelum mengikuti Latsarmil, para peserta menjalani serangkaian tahapan seleksi. Proses tersebut diawali dengan penyerahan data calon Komcad pada Juli 2026 dan dilanjutkan dengan seleksi kompetensi pada 3 hingga 21 Agustus 2026.
Seleksi meliputi pemeriksaan kesehatan, pengambilan data jasmani, pemeriksaan psikologi, serta pengambilan data mental ideologi. Peserta yang memenuhi persyaratan selanjutnya mengikuti Latsarmil sebagai bagian dari proses pembentukan kesiapan, kedisiplinan, ketangguhan, dan pemahaman dasar kemiliteran.
Rangkaian pendidikan dan latihan selama 37 hari tersebut kemudian ditutup dengan penetapan peserta sebagai bagian dari Komponen Cadangan. Sebelumnya, sumpah dan penetapan mereka sebagai Komcad ASN telah dilaksanakan pada Senin (28/9/2026).
Dalam sambutannya, Mendagri Tito Karnavian menegaskan, “Penguatan Komponen Cadangan merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam membangun pertahanan negara yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.”
Beliau juga menyampaikan, “Penguatan Komcad sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan penguatan komponen cadangan.” Menurut Mendagri Tito, modernisasi pertahanan tidak hanya berkaitan dengan perangkat keras, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya manusia, peningkatan kapasitas nasional, serta kemampuan negara mengelola berbagai potensi kekuatan secara terintegrasi.
Kehadiran Brigjen Pol. Amostian dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari keterlibatan Korps Brimob Polri dalam agenda yang melibatkan unsur TNI-Polri serta kementerian/lembaga dalam mendukung kesiapan sumber daya manusia dan sinergi nasional di bidang pertahanan dan keamanan.
Komponen Cadangan sendiri merupakan bagian dari sumber daya nasional yang disiapkan untuk dikerahkan melalui mekanisme sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pengaturannya antara lain tercantum dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2021.
Dengan berakhirnya Latsarmil Komcad ASN Gelombang II Tahun Anggaran 2026, sebanyak 2.241 ASN telah menyelesaikan tahapan pembentukan sebagai Komponen Cadangan. Selanjutnya, mereka tetap menjalankan tugas kedinasan sebagai ASN sesuai ketentuan yang berlaku dan menjadi bagian dari sumber daya nasional yang disiapkan untuk mendukung pertahanan negara apabila diperlukan.
Kehadiran unsur Brimob Polri dalam kegiatan tersebut turut memperkuat koordinasi dan sinergi antarlembaga dalam mendukung kesiapan nasional serta pelaksanaan kebijakan pertahanan dan keamanan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.
Red Arif

