CIANJUR, – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Cianjur menargetkan enam kursi DPRD pada Pemilu 2029, sebuah lompatan ambisius setelah gagal di Pemilu 2024.
Pada pemilu lalu, PSI hanya mengantongi 7.967 suara sah atau sekitar 0,63 persen dari total 1.269.105 suara, tanpa satu pun kursi dari enam daerah pemilihan (dapil). Suara terbanyak berasal dari Cianjur dapil 3 (1.918), sementara Cianjur dapil 6 menjadi kantong terlemah dengan hanya 535 suara.
Ketua DPD PSI Cianjur, Anggarda Giri Rajati, menyebut target enam kursi sebagai "taruhan besar" yang harus diuji. "Peta mengajarkan arah. Angka mengajarkan jarak," ujarnya, Senin (5/10/2026).
Rekonstruksi hasil 2024 dengan metode Sainte-Laguë menunjukkan kursi terakhir di tiap dapil berada di kisaran 11.150–15.452 suara. Artinya, PSI butuh pertumbuhan elektoral hingga dua kali lipat lebih.
Meski berat, PSI Cianjur mengklaim telah menambah 4.392 anggota baru sejak awal 2026, dengan total 6.565 pemegang KTA per Oktober. Partai juga tengah mendekati sejumlah figur berpengalaman, termasuk mantan pejabat dan tokoh partai, untuk memperkuat basis di wilayah selatan yang selama ini minim dukungan.
"Tantangan sesungguhnya bukan sekadar tumbuh, melainkan mengubah pertumbuhan organisasi menjadi kepercayaan publik di enam dapil," pungkasnya.
Nang.
