CIANJUR, — Sekretaris Lurah Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Deden Subhan, S.E., menyampaikan bahwa pihak kelurahan telah kembali melaksanakan sosialisasi dengan mengundang Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Sosial, serta para ketua RT dan RW se-Kelurahan Sayang. Kegiatan tersebut disampaikan Deden di ruang kerjanya, Jumat (23/10/2026).
Dalam sosialisasi itu, para ketua RT dan RW diberikan aplikasi yang berfungsi mendeteksi layak atau tidaknya warga menerima bantuan. “Fungsi aplikasi itu bisa mendeteksi apakah ini layak dan tidaknya oleh ketua RT dan ketua RW yang sudah diberikan aplikasi tersebut,” kata Deden.
Ia berharap data yang sebelumnya digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab dapat diverifikasi kembali oleh RT dan RW. Dengan begitu, ia berharap warga yang berhak dapat kembali menerima bantuan sesuai keinginan masyarakat.
Deden juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat agar tidak menyalahgunakan dokumen administrasi kependudukan. Sosialisasi dilakukan setiap ada pertemuan dengan masyarakat, termasuk pada momentum Mauludan dan Rajaban. “Kami mensosialisasikannya supaya masyarakat sadar, kami setiap kali ada pertemuan dengan masyarakat kemudian pada momentum muludan dan rajaban kepada masyarakat agar anaknya tidak boleh menggunakan nomor induk KK atau KTP orang tuanya dipakai meminjam uang atau pinjol dan judol,” ujarnya.
Menurut Deden, taraf ekonomi masyarakat Kelurahan Sayang mayoritas menengah ke bawah. Persoalan muncul ketika warga ingin menerima bantuan, tetapi data desil kesejahteraannya tinggi. Ia menjelaskan, penerima bantuan seharusnya berada pada desil 1 sampai 4, sementara banyak warga Kelurahan Sayang berada pada desil 5 sampai 10 sehingga tidak menerima bantuan.
“Oleh karena itu kami kembalikan kembali karena tidak boleh ketika ini desilnya tinggi, padahal seharusnya itu habis dibagikan kepada warga masyarakat yang berhak,” jelasnya.
Menyikapi hal tersebut, Deden meminta masyarakat menghubungi ketua RT dan RW untuk melakukan verifikasi melalui aplikasi yang telah diberikan. Verifikasi itu dilakukan untuk mendata ulang warga yang berhak. Ia menyebut penerima manfaat di Kelurahan Sayang kurang lebih berada di angka 1.000 dari jumlah 7.000 lebih warga.
Ke depan, pihak kelurahan terus menghimbau masyarakat agar tidak menggunakan surat administrasi kependudukan sebagai alat untuk meminjam uang melalui judi online atau pinjaman online. Menurut Deden, penyalahgunaan data tersebut akan terdeteksi dan berdampak pada pemberhentian pemberian bantuan sosial.
Red
