BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Hj. Endang Setyawati Dorong Warga Cianjur Rajin Makan Ikan, Stunting Dikejar Nol


CIANJUR, panambur.com – Puluhan warga Kelurahan Sawahgede, Kecamatan Cianjur, mengikuti Sosialisasi Gerakan Masyarakat Makan Ikan (Gemarikan) yang digelar di Aula Kelurahan Sawahgede bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Senin, 5 Oktober 2026.


Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Gerindra, Dr. Ir. Hj. Endang Setyawati Thohari, DESS., M.Sc.; Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, S.Pt., M.M.; Lurah Sawahgede, Dendi Irawan; serta masyarakat setempat.


Hj. Endang mengatakan, dirinya bangga melihat antusiasme warga dalam mengikuti sosialisasi yang mendorong masyarakat menjadikan ikan sebagai bagian penting dari pola konsumsi sehari-hari.


“Dengan makan ikan, kita ingin masyarakat menjadi sehat, cerdas dan kuat. Mudah-mudahan juga dapat membantu menurunkan angka stunting,” ujar Hj. Endang.


Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya konsumsi ikan perlu terus dilakukan hingga tingkat masyarakat agar manfaatnya benar-benar dirasakan, khususnya oleh keluarga dan anak-anak.


Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur, Iwan Setiawan, menilai kehadiran Endang sebagai anggota DPR RI turut memberikan motivasi kuat kepada masyarakat.


“Ini memberikan semangat dan motivasi untuk masyarakat Cianjur. Kehadiran Ibu Hj. Endang sebagai anggota DPR RI menjadi motivasi yang kuat bagi masyarakat,” katanya.


Ia menambahkan, sosialisasi Gemarikan merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan. Iwan berharap kegiatan tersebut mampu membuat masyarakat, khususnya warga Sawahgede, semakin memahami manfaat ikan dan terbiasa menjadikannya sebagai bagian dari konsumsi keluarga.


“Harapannya masyarakat semakin paham, semakin ingat terhadap pentingnya ikan dan semakin gemar makan ikan,” pungkasnya.


Lurah Sawahgede, Dendi Irawan, menyampaikan rasa bangga atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi salah satu tugas bersama untuk menekan angka stunting di wilayahnya.


“Sawahgede masih menjadi lokus stunting untuk wilayah kelurahan. Angka stunting pernah mencapai 114 kasus, dan kini tersisa 39 kasus. Insya Allah, mudah-mudahan di akhir 2026 atau 2027 kita sudah zero stunting,” ujar Dendi.


Ia menjelaskan, berbagai intervensi telah dilakukan, baik dari dinas terkait, aspirasi anggota dewan, maupun pemerintah kelurahan. Ke depan, Sawahgede diharapkan memiliki demplot sendiri untuk pengolahan dan budidaya ikan. Tanah tersebut akan dipinjam pakai dari Pemda dan diarahkan menjadi kawasan terpadu yang menghasilkan produk pertanian, perikanan, peternakan, serta olahan ikan untuk program pemberian makanan tambahan (PMT) dalam intervensi stunting.


Dendi juga berharap warga terus meningkatkan pola hidup sehat. Menurutnya, upaya intervensi pemerintah akan sulit berhasil tanpa dukungan masyarakat, termasuk dalam perencanaan keluarga dan penerapan hidup bersih dan sehat.


Dari DPR RI, lanjutnya, turut diberikan paket bantuan makanan siap dimakan dan diolah, termasuk produk olahan berbahan ikan, serta bantuan lain yang diharapkan membantu keluarga stunting. Ia juga berharap ke depan ada bantuan untuk ibu hamil, karena membutuhkan protein tinggi bagi kesehatan anak dalam kandungan.


Kegiatan ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan menjadi momentum perubahan pola konsumsi masyarakat. Dengan kolaborasi DPR RI, KKP, pemerintah daerah, dan warga, Sawahgede diharapkan menjadi kelurahan yang sehat, bebas stunting, serta keluarga yang maju dan kuat.


Nang.

Type above and press Enter to search.