BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Misteri Kemenyan dan Nomor Ponsel: Teror Gelap di Depan Pintu Jurnalis Cianjur


CIANJUR, panambur.com – Sebuah aksi teror yang direncanakan dengan matang dan penuh simbolisme gelap terjadi pada Rabu malam, 7 Oktober 2026, di depan rumah Bayu Nurmuslim, seorang jurnalis Warta Cianjur (Waci), menjadi sasaran sebuah pesan ancaman yang tak terucapkan namun sangat jelas.


Sekitar pukul 19.00 WIB, aroma kemenyan yang menyengat tiba-tiba menyusup ke dalam rumah Bayu. Merasa ada yang tidak beres, ia pun keluar untuk memeriksa. Pemandangan di depan pintu masuk rumahnya bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sebuah pesan teror yang diletakkan dengan sengaja.


Di atas selembar kertas yang masih menyala, kemenyan dibakar, meninggalkan asap yang pekat. Namun, yang lebih mengerikan adalah apa yang tertulis di kertas itu: sebuah nomor kontak ponsel. Sebuah pesan tanpa kata, namun sarat akan ancaman dan teror yang ditujukan langsung kepadanya.


"Tujuannya jelas mengancam keamanan, mengganggu ketenangan, menyiratkan ancaman kepada siapa yang menulis berita," tegas Ketua PWI Cianjur, Mochamad Ikhsan, dengan nada prihatin.


Ikhsan menambahkan bahwa teror ini bukan hanya serangan terhadap satu individu, melainkan sebuah pukulan telak terhadap kebebasan pers. 


"Ketika jurnalis mendapat teror di depan pintunya, yang diserang adalah kebebasan menyuarakan kebenaran. Di mana keamanan warga, apalagi mereka yang tugasnya menyampaikan fakta? Siapa yang berani melakukan ini, dan pesan apa yang hendak disembunyikan dengan cara yang begitu gelap?" tegasnya.


Bayu sendiri mengaku sangat terkejut dan khawatir dengan kejadian ini. "Saat kami melihat, ternyata ada yang membakar kemenyan di dalam kertas yang masih menyala tepat di depan pintu masuk. Bahkan di dalam kertas itu tertulis nomor kontak handphone," ujarnya.


Kejadian ini bukan hanya menjadi kejadian menyeramkan bagi Bayu dan keluarganya, tetapi juga menjadi ujian bagi demokrasi dan kebebasan pers di Cianjur.


Aksi teror ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa tindakan tegas. Kami, keluarga besar PWI Cianjur dan seluruh insan pers, mendesak pihak berwenang untuk segera menyelidiki kasus ini, melacak pelaku, dan mengungkap motif di baliknya.


Jika teror ini dibiarkan, maka esok hari pintu siapa lagi yang akan dikunjungi? Dan kebenaran apa lagi yang hendak dibungkam dengan cara-cara yang begitu gelap?


Kami menuntut keadilan. Kami menuntut perlindungan. Kami menuntut kebebasan pers yang bebas dari rasa takut.


Nang.

Type above and press Enter to search.