GARUT, — Sorak ribuan penonton membahana di Lapangan Sepak Bola Ibrahim Adjie, Cikajang, Kabupaten Garut, Senin (12/10/2026). Partai final Persijang Cup Legend U-40 tuntas dengan laga seru: Naura FC keluar sebagai juara setelah menaklukkan Bina Taruna FC dengan skor 2-1.
Turnamen yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 TNI itu berjalan lancar, aman, dan tertib hingga rangkaian kegiatan berakhir. Tidak hanya menyajikan pertandingan kompetitif, gelaran para legenda sepak bola ini juga menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat dan pecinta sepak bola di Kecamatan Cikajang.
Sejak awal, atmosfer turnamen terasa hangat. Lapangan yang menjadi pusat perhatian warga itu dipadati penonton yang ingin menyaksikan aksi para pemain senior. Meski berstatus laga legenda, pertandingan tetap berlangsung sengit dan menghibur. Naura FC dan Bina Taruna FC saling jual beli serangan sebelum akhirnya Naura FC memastikan kemenangan 2-1.
Bagi Manager Naura FC, Yusuf Hidayat, keberhasilan timnya bukan satu-satunya hal yang membanggakan. Ia justru menyoroti kelancaran turnamen dan keselamatan para pemain.
“Alhamdulillah, pertandingan berjalan lancar dan seluruh pemain bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik tanpa ada yang mengalami cedera. Kami mengucapkan terima kasih kepada panitia, seluruh tim, dan masyarakat yang sudah mendukung serta menjaga suasana tetap aman dan tertib. Ini menjadi kebanggaan bagi kami semua,” ujar Yusuf.
Menurut Yusuf, turnamen U-40 memiliki nilai lebih dari sekadar perburuan gelar juara. Kehadiran para pemain berpengalaman dan legenda sepak bola menjadi momentum untuk menjaga silaturahmi, merawat kecintaan terhadap olahraga, sekaligus memberi inspirasi bagi generasi muda.
Ia menilai pengalaman dan perjalanan para pemain senior bisa menjadi sumber motivasi bagi anak-anak muda yang sedang mengembangkan bakat di dunia sepak bola. Karena itu, ia berharap turnamen serupa terus dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak pemain legendaris dan tokoh sepak bola.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin berkembang. Para pemain legendaris perlu terus diberi ruang karena mereka bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda yang sedang merintis jalan di dunia sepak bola. Semoga pada turnamen berikutnya, termasuk agenda olahraga yang direncanakan pada 2027, semakin banyak pihak yang terlibat,” tuturnya.
Senada dengan itu, Ketua Pelaksana Teteng Haelani bersyukur seluruh rangkaian acara berjalan sukses tanpa ekses. Ia menilai kedua kesebelasan telah menyuguhkan pertandingan yang menarik dan enak ditonton masyarakat.
“Alhamdulillah, turnamen ini sukses tanpa ekses. Kedua kesebelasan menyuguhkan pertandingan yang menarik dan enak ditonton oleh masyarakat. Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik,” ujar Teteng.
Ia berharap kesuksesan Persijang Cup Legend U-40 menjadi fondasi bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang lebih besar pada masa mendatang. Salah satu agenda yang diharapkan terwujud adalah Muspika Cup 2027, dengan cakupan peserta lebih luas dari berbagai daerah serta peluang menghadirkan kategori usia umum.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga ke depan semakin banyak turnamen yang bisa digelar dengan kualitas penyelenggaraan yang lebih baik, peserta yang lebih beragam, dan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.
Apresiasi juga datang dari Devi Zona. Menurutnya, keberhasilan turnamen tidak terlepas dari dukungan masyarakat Cikajang yang menjaga ketertiban dan keamanan sejak awal hingga akhir kegiatan.
“Kesuksesan event ini rasanya tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Intinya, kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Cikajang yang telah menikmati turnamen ini dari awal hingga akhir dengan tetap menjaga ketertiban dan keamanan,” ungkap Devi.
Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan turnamen itu dipersembahkan untuk masyarakat Cikajang dan seluruh pecinta sepak bola di wilayah tersebut.
“Turnamen ini kami persembahkan untuk masyarakat Cikajang dan para pecinta sepak bola. Kami ingin sepak bola menjadi ruang kebersamaan, hiburan, dan kebanggaan bersama,” tuturnya.
Kesuksesan Persijang Cup Legend U-40 membuktikan bahwa turnamen sepak bola bisa menjadi lebih dari sekadar kompetisi. Dengan dukungan panitia, peserta, dan masyarakat, lapangan hijau menjelma menjadi ruang untuk merawat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta membuka peluang bagi penyelenggaraan kegiatan olahraga yang lebih besar di masa depan.
Momentum HUT ke-81 TNI juga menjadi pengingat pentingnya semangat persatuan dan kebersamaan antara masyarakat dengan berbagai unsur yang terlibat. Melalui penyelenggaraan yang tertib dan menjunjung sportivitas, Persijang Cup Legend U-40 diharapkan menjadi pijakan bagi kemajuan sepak bola Cikajang, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya generasi muda yang berprestasi dan berkarakter.
Nang

