BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Kuasa Hukum Bantah Tuduhan Perampasan Paspor WNA Bangladesh di Cianjur


CIANJUR – Kuasa hukum H. Adlan, Billy Pratama SH, angkat bicara menanggapi video viral yang memuat pengakuan seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh bernama Ro yang mengklaim paspornya dirampas. Billy menegaskan bahwa video tersebut mengandung misinformasi dan telah mencemarkan nama baik kliennya.


Dalam klarifikasinya pada Senin (17/11/2025), Billy menyatakan bahwa paspor Ro tidak dirampas, melainkan diserahkan secara sukarela oleh istri Ro, Ju, sebagai bentuk jaminan. Penyerahan ini terkait dengan utang Ro kepada H. Adlan yang belum diselesaikan.


“Saya datang untuk bersilaturahmi dan meminta jaminan, karena pada pertemuan sebelumnya, Ro kabur ke Bangladesh. Setelah tahu ia kembali, saya mendatangi mereka. Dalam pertemuan itu, istri Ro-lah yang secara sukarela menyerahkan paspor suaminya sebagai jaminan agar Ro tidak kabur lagi sebelum utangnya dilunasi,” jelas Billy.


Billy memaparkan bahwa akar persoalan bermula dari kerja sama bisnis pengiriman peci dan pakaian muslimah antara kliennya, H. Adlan, dan Ro. Dalam kerja sama tersebut, Ro diduga melakukan wanprestasi.


“Uang milik Ro yang seharusnya diputar dalam usaha, justru terpaksa ditanggung oleh H. Adlan. Total kerugian akibat wanprestasi ini mencapai sekitar Rp 700 juta. Klien kami sudah berulang kali memberi kesempatan, namun Ro telah tiga kali ingkar janji dalam proses mediasi,” tuturnya.


Akibat viralnya video yang dinilai tidak benar itu, Billy telah melaporkan Ro ke Polres Cianjur dengan tuduhan pencemaran nama baik. Tidak hanya itu, Billy juga mengungkapkan adanya laporan lain yang melibatkan Ro.


“Ada laporan lain yang sedang berproses, termasuk dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menyeret nama Ro. Dia diduga menikahi seorang gadis berusia 20 tahun di bawah tangan di Sukabumi,” ungkap Billy.


Billy menambahkan, kerugian total yang diderita kliennya, termasuk biaya sewa rumah, mobil, dan konsumsi Ro selama lebih dari dua bulan, diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar.


Untuk menangani masalah ini secara komprehensif, pihak kuasa hukum telah melaporkan seluruh peristiwa tersebut kepada Duta Besar Bangladesh, Kantor Imigrasi Kabupaten Cianjur, dan Imigrasi Bandara.


Billy berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar di masyarakat. Ia menegaskan komitmennya untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.


“Kami serahkan sepenuhnya proses hukum ini kepada kepolisian. Kami percaya bahwa keadilan akan berpihak pada kebenaran,” pungkasnya.


Nang.

Type above and press Enter to search.