BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Ramadhan Ciawi Fair 2026 Resmi Dibuka, Jadi Barometer Ekonomi Rakyat di Bulan Suci


BOGOR, – Semarak menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah telah mengubah Lapangan Lorena di Kelurahan Harjasari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, menjadi episentrum aktivitas warga. Puluhan stan pedagang dan aneka wahana permainan memadati lokasi dalam gelaran "Ramadhan Ciawi Fair 2026" yang resmi dibuka pada Rabu (11/3/2026).


Event tahunan yang memasuki usia ke-14 ini dikelola oleh PT Citra Promosindo di bawah pimpinan H. Agus Chandra, SE. Kehadiran pasar rakyat ini tidak hanya menjadi penanda datangnya bulan suci, tetapi juga solusi nyata bagi pemenuhan kebutuhan warga. Masyarakat kini dapat dengan mudah berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran, mulai dari kuliner khas Ramadan, busana muslim, hingga perlengkapan rumah tangga, tanpa harus bepergian jauh ke pusat kota.


Ketua RW 08, Egi Dian Ginanjar, saat dihubungi via WhatsApp menyampaikan apresiasinya. Ia menegaskan bahwa sejak pertama kali digelar pada 2012, even ini konsisten berjalan tertib berkat sinergi yang kuat antara penyelenggara dan unsur kewilayahan.


"Secara keseluruhan dari awal tahun 2012, bazar Ramadhan Ciawi Fair ini berjalan dengan baik. Dari unsur perizinan wilayah pun melibatkan dua wilayah, unsur Muspika, sampai ke tingkat atasnya. Dan secara umum, acara ini memberdayakan masyarakat sekitar. Event tahun ini sudah yang ke-14 kalinya, dan kami sangat mendukung kegiatan tersebut," ujar Egi.


Pihak PT Citra Promosindo disebut telah melakukan koordinasi intensif dengan pengurus RT, RW, serta aparat keamanan setempat. Langkah preventif ini diambil untuk memastikan aktivitas bazar tidak mengganggu kenyamanan warga dan arus lalu lintas di jalur utama Ciawi tetap terkendali. Optimisme penyelenggara pun tinggi, dengan target kunjungan lebih dari 20.000 orang selama periode acara.


Di tengah hiruk-pikuk masyarakat yang antusias berburu takjil, beredar isu miring yang mencoba mengaitkan even ini dengan praktik negatif. Namun, tokoh pemuda RW 07 dan 08, Asep Untung, dengan tegas membantahnya. Menurutnya, kegiatan ini jauh dari praktik perjudian atau hal terlarang lainnya.


"Saya menilai kegiatan tersebut sangat bagus, karena kenyataannya tidak ada perjudian, apalagi jadi sarang perjudian. Logikanya, kalau pada kegiatan ini ada perjudian, kelurahan dan Polsek pasti tidak akan memberikan izin. Untuk kemacetan, itu hal wajar karena waktunya orang ngabuburit. Kebetulan juga di depan ada lampu merah, jadi otomatis lalu lintas sedikit tersendat. Itu konsekuensi dari kegiatan positif yang ramai," jelas Asep tegas.


Senada dengan itu, Ketua Karang Taruna setempat, Fakih Altaf, menyatakan dukungan penuh. Ia mengungkapkan bahwa even ini menjadi wadah pemersatu pemuda. Pihak karang taruna dilibatkan secara aktif dalam kepanitiaan dan pengamanan internal, memberikan dampak positif baik dari segi pengalaman berorganisasi maupun peluang ekonomi bagi generasi muda Ciawi.


"Kami tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut serta menyukseskan acara. Ini adalah ruang kreatif bagi pemuda untuk belajar mengelola event berskala besar," ujar Fakih.


Dengan terjalinnya sinergi kokoh antara penyelenggara, tokoh masyarakat, pemuda, dan aparat kewilayahan, Ramadhan Ciawi Fair 2026 diharapkan mampu menjadi agenda tahunan yang lebih dari sekadar hiburan. Even ini diyakini menjadi katalisator penggerak roda ekonomi warga sekaligus perekat kebersamaan di bulan penuh berkah.


Penyelenggara pun mengimbau seluruh pengunjung untuk turut serta menjaga ketertiban, keamanan, dan kebersihan demi kelancaran acara hingga hari terakhir. Dengan kolaborasi semua pihak, tradisi baik ini diharapkan terus lestari dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kemajuan Ciawi.


ASNajib

Type above and press Enter to search.