Cianjur, – Semangat pelestarian budaya dan pengembangan talenta siswa Sekolah Dasar (SD) terpancar jelas pada pembukaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Cilaku tahun 2026. Acara yang dibuka secara resmi pada Sabtu (11/04/2026) ini bertempat di aula PGRI Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Festival ini diikuti oleh ratusan siswa dari seluruh SD Negeri dan Swasta se-Kecamatan Cilaku. Dengan mengusung tema "Prung Padungadung Prak Diajar Tetep Sauyunan Pikeun Kamajuan Dunya Atikan Cilaku Ngahiji Ngajadi Bukti Silih Rojong Pikeun Ngadeudeul Panunjul," acara ini bertujuan memupuk semangat belajar dan kebersamaan untuk kemajuan pendidikan di Cilaku.
Berbagai cabang lomba digelar untuk menguji kemampuan siswa dalam berbahasa dan berbudaya Sunda, meliputi:
Carpon (Cerpen)
Maca Sajak (Membaca Puisi)
Biantara (Pidato)
Ngadongeng (Bercerita)
Ngabodor Sorangan (Melawak Tunggal)
Ngembang Pupuh (Berdendang Macapat)
Maca Jeung Nulis Aksara Sunda (Membaca dan Menulis Aksara Sunda)
Selain FTBI, ajang talenta ini juga mencakup Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Olimpiade Sains Nasional (OSN). Ketua Panitia ATS Kecamatan Cilaku, Hj. Teti Rohayati, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wadah penting untuk seluruh SD di Cilaku. "Kami berharap juara satu dari setiap cabang lomba nantinya akan menjadi duta Kecamatan Cilaku untuk berlaga di tingkat kabupaten," ujarnya. Ia menambahkan harapan besar agar perwakilan Cilaku dapat meraih juara di tingkat provinsi Jawa Barat.
Menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini, Ketua KKG Bahasa Sunda, Tini Kartini, M.Pd., mengapresiasi para pengurus dan panitia. "Kegiatan ini lebih dari sekadar lomba, melainkan ruang untuk mengokohkan dan melestarikan bahasa daerah kita di tengah arus modernisasi. Gairah luar biasa dari siswa menunjukkan bahwa Bahasa Sunda masih memiliki tempat di hati generasi Z dan Alpha," ungkapnya.
Namun, Tini Kartini juga berharap agar FTBI tidak hanya menjadi acara seremonial tahunan. "Besar harapan kami agar pembiasaan berbahasa Sunda yang baik dan benar dapat terus dipraktikkan di sekolah setiap hari, bukan hanya saat menjelang lomba," tutupnya.
Red/Arif

