BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Menjelang Penutupan Pendaftaran, Seleksi Pimpinan BAZNAS Cianjur Diikuti 9 Kandidat Termasuk 3 Petahana


CIANJUR, – Tahap awal seleksi kepemimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Cianjur untuk periode mendatang memasuki masa krusial. Hingga Kamis (24/4), tercatat sembilan orang telah mendaftar secara daring. Jumlah ini dipastikan masih akan bertambah mengingat pintu pendaftaran baru ditutup pada 27 April 2026 mendatang.


Yang menarik perhatian, tiga dari sembilan pendaftar merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Sekretariat Daerah Cianjur, Selamet Riyadi, di sela-sela kesibukan tim seleksi di Kantor MUI Cianjur.


"Proses administrasi masih berjalan. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi putra-putri terbaik bangsa. Yang penting WNI, tidak harus ber-KTP Cianjur," ujar Selamet saat ditemui, Kamis.


Setelah masa pendaftaran ditutup, peserta yang lolos verifikasi administrasi akan menjalani seleksi kompetensi yang terdiri dari tiga tahap. Pertama, Tes Kemampuan Dasar untuk mengukur wawasan umum dan kompetensi kebangsaan. Kedua, calon pimpinan wajib menulis makalah sebagai cerminan kedalaman pemikiran mereka tentang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang modern dan berdampak.


Tahap pamungkas adalah wawancara intensif yang akan menjadi penentu kualitas kapasitas kepemimpinan. Dari seluruh rangkaian ini, tim seleksi hanya akan mengerucutkan sepuluh nama terbaik. Kesepuluh kandidat inilah yang selanjutnya akan diajukan untuk mengisi kursi pimpinan BAZNAS Cianjur.


Untuk menjamin proses berjalan transparan dan akuntabel, tim seleksi dibentuk dari tiga unsur yang berbeda: Pemerintah Daerah Cianjur, Kementerian Agama, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama yang kredibel. Kombinasi ini diharapkan mampu menilai calon pimpinan secara holistik, tidak hanya dari sisi birokrasi, tetapi juga kedekatan dengan nilai-nilai keagamaan dan kebutuhan umat.


Selamet Riyadi mengungkapkan optimisme bahwa seleksi kali ini akan melahirkan pimpinan BAZNAS yang amanah, profesional, dan inovatif. Pasalnya, tantangan pengelolaan ZIS di Cianjur kian kompleks, dituntut tidak hanya sekadar penghimpunan dana, tetapi juga pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.


"Mudah-mudahan figur yang terpilih nanti mampu membawa pengelolaan zakat, infak, dan sedekah di Cianjur lebih maju, transparan, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," pungkas Selamet.


Masyarakat yang berminat dapat segera mendaftarkan diri melalui kanal daring yang disediakan sebelum batas waktu 27 April 2026.

Nang 

Type above and press Enter to search.