CIANJUR, – Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-I’anah Cianjur resmi melantik pengurus periode baru dalam sebuah acara yang berlangsung khidmat di Pendopo Pancaniti, Selasa (7/4/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi yayasan yang disebut-sebut sebagai salah satu lembaga pendidikan tertua di Indonesia.
Ketua Yayasan YPI Al-I’anah, H. M. Toha, S.Ag., M.Pd.I. menyampaikan bahwa yayasannya telah berdiri sejak tahun 1912, jauh sebelum kemerdekaan Republik Indonesia diproklamasikan.
"Ini adalah salah satu yayasan atau lembaga penyelenggara pendidikan yang boleh dikatakan legendaris. Sejak tahun 1912, sebelum republik ini berdiri atau diproklamirkan, kita sudah memulai langkah membangun sumber daya manusia (SDM) di Indonesia," tutur M. Toha usai pelantikan.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini masih sangat kompleks. Oleh karena itu, YPI Al-I’anah berkomitmen untuk membangun sinergi dengan pemerintah serta yayasan pendidikan lainnya untuk bersama-sama menangani permasalahan SDM, khususnya melalui sektor pendidikan.
Salah satu fokus utama yayasan adalah memetakan dan menangani angka anak tidak sekolah yang masih tersebar di sejumlah kecamatan di Cianjur.
"Angka tidak sekolah di Cianjur memang tersebar, baik di daerah pelosok maupun di wilayah utara yang sangat banyak. Kami bersama yayasan lain akan memetakan penanganannya. Jika ada titik rawan pendidikan yang belum ada yang menangani, maka YPI Al-I'anah siap hadir," tegasnya.
M. Toha menjelaskan bahwa berdasarkan undang-undang, penyelenggara pendidikan terdiri dari dua pihak, yaitu pemerintah dan masyarakat (swasta/yayasan). Partisipasi masyarakat, menurutnya, harus tumbuh secara sukarela, seperti yang dilakukan YPI Al-I’anah sejak zaman Hindia Belanda dulu tanpa diminta oleh penguasa.
"Bahkan ketika Al-I’anah berdulu, kami mendirikan lembaga ini dengan sukarela. Saat ini pun semangatnya sama. Pendidikan bukan hanya kebutuhan pemerintah, tetapi kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa upaya paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan adalah melalui pendidikan, yang dimulai dari perubahan pola pikir (mindset).
"Kalau mindset-nya sudah merasa cukup menjadi miskin, maka selesai. Tetapi jika melalui pendidikan kita bangun keinginan untuk sejahtera dan maju, saya yakin itu akan tumbuh dengan sendirinya," jelasnya.
Namun, M. Toha mengingatkan bahwa investasi di bidang pendidikan tidak instan. Berbeda dengan infrastruktur seperti jalan rusak yang jika dibangun hari ini akan langsung terlihat hasilnya, pendidikan membutuhkan waktu panjang.
"Investasi pendidikan adalah jangka panjang. Bisa satu dekade atau lebih baru terlihat hasilnya. Tapi itulah jalan yang harus ditempuh untuk membangun peradaban," pungkasnya.
Dengan dilantiknya pengurus baru ini, diharapkan YPI Al-I’anah semakin memperkuat perannya sebagai pelopor pendidikan masyarakat di Cianjur, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Nang

