SUKABUMI, – Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dianugerahi kekayaan sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian. Kesuburan tanahnya telah lama dimanfaatkan warga untuk bertani bawang merah, komoditas yang permintaannya tinggi di pasar luar. Namun, potensi ini belum sepenuhnya tergarap optimal.
Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Loji, Hadi, warga seringkali dihadapkan pada harga panen yang kurang memuaskan, sementara biaya pembelian bibit bawang merah tergolong mahal. "Banyak potensi lain yang bisa diolah, namun warga masih terkendala kurangnya pengetahuan teknologi dalam pengolahannya," ujar Hadi.
Selain pertanian, Desa Loji juga memiliki daya tarik pariwisata yang belum tergarap maksimal. Objek wisata seperti Puncak Gelendrung, Releji, dan Pantai Telanca, yang dilengkapi tempat pemancingan, kerap ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kecamatan saat libur akhir pekan.
Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Desa Loji memiliki potensi pada makanan ringan seperti keripik pisang dan singkong, serta kerajinan tangan seperti anyaman tas. Meskipun para pelaku UMKM ini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), tantangan terbesar terletak pada pemasaran. "Produk kami dipasarkan secara lokal melalui minimarket dan pengepul, namun kami membutuhkan strategi pemasaran yang lebih luas untuk hasil olahan dan kerajinan kami," jelas Hadi.
Menyikapi hal ini, pihak desa mengharapkan adanya peran aktif dari instansi pemerintah, baik daerah, provinsi, maupun pusat. Bantuan diharapkan tidak hanya dalam hal inovasi dan peningkatan teknologi pengolahan, tetapi juga dukungan permodalan yang lebih memadai.
"Kami berharap ada dorongan inovasi dan bimbingan dari pemerintah dalam hal permodalan serta pengolahan produk yang lebih cepat dan fleksibel," pungkas Hadi.
Iyan Mufti

