BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Tragedi Bocah 7 Tahun: Diduga di Rudapaksa Tetangga Lansia, Keluarga Terjepit Stigma dan Trauma


CIANJUR, — Dugaan kekejaman seksual terhadap anak di bawah umur kembali mengguncang Kabupaten Cianjur. Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun, berinisial F, menjadi korban pencabulan oleh tetangganya sendiri, seorang pria lanjut usia berinisial K (80 tahun), di Kecamatan Cikalongkulon.


Kasus ini terungkap setelah video pengakuan korban yang memilukan beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, F dengan polos menceritakan tindakan bejat yang menimpanya, termasuk kekerasan fisik yang menyebabkan luka serius pada area kelaminnya.


Ibu korban, I (35), melukiskan kondisi putrinya yang kini berubah drastis. Selain mengalami trauma psikologis berat, F terus mengeluh kesakitan di area vitalnya. Namun, di balik penderitaan anaknya, keluarga justru dihadapkan pada dilema sosial yang melumpuhkan.


"Saya ingin menempuh jalur hukum, tapi rasa malu dan takut dianggap aib keluarga sempat membuat saya ragu," ungkap I kepada wartawan, menggambarkan tekanan sosial yang kerap membungkam korban kekerasan seksual di lingkungan terdekat.


Merespons kegentingan ini, Polsek Cikalongkulon mengambil langkah proaktif. Kanit Reskrim Polsek Cikalongkulon, Sugeng, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Hari ini 21 April 2026, keluarga didampingi aparat untuk membuat laporan resmi di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur.


"Ini adalah tanggung jawab kami. Penegakan hukum tidak boleh mundur hanya karena stigma. Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan penuh," tegas Sugeng.


Dukungan mengalir dari DPRD Kabupaten Cianjur. Wakil Ketua DPRD, Susilawati, menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak proses hukum segera berjalan.


"Ini bukan aib keluarga, ini kejahatan terhadap otonomi tubuh anak. Jika unsur pidana terpenuhi, pelaku lansia sekalipun tidak boleh luput dari jerat hukum," ujar Susilawati.


Ia juga mengingatkan para orang tua untuk tidak lelah memberikan edukasi seksual dini kepada anak sebagai benteng terakhir. "Anak harus berani bersuara. Perlindungan dimulai dari rumah," pungkasnya.

Nang

Type above and press Enter to search.