BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Bukan Sekadar Undian: Arisan FORSA Cianjur Buktikan Dangdut Memang "Dari Hati ke Hati"


CIANJUR,


– Hening sejenak di Sekretariat FORSA (Fans Of Rhoma And Soneta) Kabupaten Cianjur buyar oleh suara gemerisik kupon yang dikocok dalam toples kaca. Tidak ada yang tegang, yang ada justru gelak tawa dan saling sikut bahu. Hari Senin (4/5/2026) itu bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momen bersejarah bagi 48 anggota setia yang memadati Jalan KH. Ahmad Munawar No. 14, Desa Cikaroya.


Mereka hadir untuk menyaksikan pengocokan perdana arisan periode kedua—sebuah inovasi yang disebut-sebut bakal mengubah cara pandang organisasi penggemar musik ini.


Berbeda dengan arisan konvensional yang hanya menguntungkan satu orang per bulan, FORSA Cianjur berani "terobos batas". Dari 48 peserta, setiap bulan akan diundi 4 orang pemenang. Artinya, dalam setahun, hampir separuh anggota bisa membawa pulang kemenangan.


"Kami ingin denyut nadi kebersamaan ini terasa lebih cepat. Kalau putarannya lama, orang bisa bosan. Dengan 4 pemenang per bulan, semangat gotong royong makin terpacu," ujar Ketua DPC FORSA Kabupaten Cianjur, H. Agus Chandra, SE, sambil menyalami satu per satu anggota yang hadir.


Suasana kekeluargaan yang hangat langsung menyelimuti ruangan saat nama-nama pemenang pertama keluar. Acara yang rencananya digelar rutin setiap tanggal 4 ini menjadi magnet tersendiri. Namun, yang membuat acara ini istimewa bukanlah uangnya, melainkan "panggung dadakan" yang muncul seusai pengundian.


Alunan lagu-lagu legendaris Rhoma Irama seperti Begadang dan Darah Muda tiba-tiba bergema dari ponsel para anggota. Sekretariat berubah menjadi panggung hiburan dadakan, lengkap dengan tepuk tangan dan goyangan khas anak buah.


Ketua DPW FORSA Jawa Barat, Didin Suryadin, S.E. , yang hadir langsung dalam acara tersebut mengaku takjub. Menurutnya, FORSA Cianjur telah menemukan formula emas untuk menjaga eksistensi organisasi di era modern.


"Ini luar biasa. FORSA Cianjur menunjukkan bahwa organisasi bisa maju jika kebersamaannya kuat. Arisan ini adalah soft power yang membuat anggota merasa memiliki. Saya berharap ini jadi contoh untuk 27 kabupaten/kota lain di Jabar," tegas Didin di hadapan 50 lebih peserta yang hadir.


Sementara itu, Pembina FORSA Jawa Barat, H. Dhimas, SM., SE , memberikan apresiasi khusus terhadap transparansi panitia. Pengocokan dilakukan secara terbuka di depan semua mata, tanpa ada ruang rahasia.


"Bukan hanya soal hobi yang sama, ini soal kepercayaan. FORSA Cianjur sudah membuktikan bahwa 'Poker Face' dan 'Curang' itu tidak ada tempat di sini. Yang ada hanya kejujuran dan silaturahmi. Saya optimis, dari arisan ini akan lahir program-program sosial yang lebih besar nantinya," ujar H. Dhimas penuh haru.


Acara yang berlangsung sejak ba'da Ashar hingga menjelang Magrib itu ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para anggota pulang dengan senyum merekah. Bukan hanya karena ada empat orang yang berhasil membawa pulang amplop tebal, tetapi terutama karena mereka telah mengingatkan satu sama lain bahwa di balik dentingan gitar listrik Soneta, ada denyut persaudaraan yang tak pernah padam.


Jib

Type above and press Enter to search.