Cianjur, - Antusiasme masyarakat menyambut Idul Adha 2026 tampaknya belum sejalan dengan gelaran Pasar Murah yang di gelar Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Cianjur.
Bertajuk "AGRISHOW" spesial munggahan, kegiatan yang berlangsung di halaman parkir kantor dinas tersebut, Rabu 5 Mei 2026, justru terpantau lesu dan sepi pengunjung.
Padahal, acara yang berlangsung setengah hari ini diharapkan menjadi ajang transaksi menguntungkan antara petani, pelaku UMKM, dan masyarakat umum menjelang hari raya. Namun, kenyataan berkata lain.
Salah satu pedagang UMKM, Ai, mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, dagangan yang disiapkan khusus untuk acara ini masih menumpuk karena pembeli hanya sedikit.
"Tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dagangan kita masih banyak, pengunjung juga hanya beberapa yang datang," ujar Ai dengan nada lesu di lokasi pasar murah.
Kepala Dinas setempat melalui Dede Sutisna, selaku Ketua Tim Sayuran dan Tanaman Obat Bidang Hortikultura, mengakui bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat minim. Ia menyebut setidaknya ada dua faktor utama yang menjadi penyebab.
"Kegiatan ini sebenarnya kordinasi dua OPD, yaitu Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan dengan Dinas Pangan. Tujuannya memfasilitasi kelompok tani dan UMKM bertemu konsumen langsung, sehingga harga di bawah pasar," jelas Dede.
Namun demikian, ia menilai bahwa peminat sangat kurang karena konsumen yang datang didominasi oleh aparatur sipil di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setempat, bukan masyarakat umum.
"Kemungkinan karena sosialisasi dari awal kurang masif. Atau bisa juga daya beli masyarakat sedang menurun," tambahnya.
Dede Sutisna juga menyoroti kurangnya produk unggulan spesifik yang menjadi magnet pembeli. Ia membandingkan dengan gelaran serupa sebelumnya yang selalu ramai ketika memasuki musim durian.
"Biasanya kalau ada 'jagoannya', seperti pas awal musim durian, masyarakat tertarik karena bisa dapat durian dengan harga lebih ringan. Itu yang menjadi daya tarik. Sekarang tidak ada produk khusus yang ditonjolkan, hanya sayuran dan kebutuhan pasar biasa," ungkapnya.
Mengenai pemilihan lokasi yang berada di kantor dinas, Dede menjelaskan bahwa hal itu sudah biasa dilakukan untuk mendekatkan konsumen di sekitar dengan produsen langsung. Sayangnya, untuk edisi munggahan Idul Adha kali ini, animo publik masih sangat jauh dari target.
Nang.

