BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Mengenal Samiran (Mas Samir): Sosok Pejuang Sosial Penggerak Kesejahteraan Warga Desa Langensari


CIANJUR, – Menjadi sosok yang bermanfaat bagi orang banyak bukanlah perkara jabatan, melainkan tentang ketulusan hati. Prinsip hidup inilah yang tergambar jelas dari sosok Samiran, atau yang akrab disapa Maa Samir/Mas Samiran. Tokoh masyarakat yang berdomisili di Kp. Karag RT 02/04, Desa Langensari, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini dikenal sebagai figur yang mendedikasikan separuh hidupnya demi kepentingan dan kemaslahatan warga.


​Aksi sosial Mas Samiran tidak sekadar berbasis wacana. Di bidang infrastruktur dan fasilitas keagamaan, ia telah membuktikan kontribusi nyatanya dengan menggerakkan serta membantu pembangunan Fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di 5 titik strategis, Masjid Jami, hingga Majelis Taklim di wilayahnya.


​Bukan hanya pembangunan fisik, kepeduliannya di bidang kemanusiaan dan kesehatan pun sangat tinggi. Saban kali ada warga yang jatuh sakit, Mas Samiran kerap menjadi orang pertama yang turun langsung di garda terdepan untuk memfasilitasi dan mengawal pasien ke rumah sakit guna memastikan mereka mendapatkan penanganan medis yang layak.


​Kepada media, pria yang berjiwa sosial tinggi ini mengungkapkan salah satu impian besarnya bagi tanah kelahirannya.

​"Cita-cita saya, seluruh warga Desa Langensari tanpa terkecuali dapat merasakan dan menikmati akses air minum bersih yang layak dari Perumdam (PAM)," ungkap Samiran penuh harap.

 

​Kedermawanan dan kepekaan sosial Mas Samiran diakui langsung oleh para tetangga dan warga sekitar. Dedi (46), salah seorang warga Desa Langensari, membagikan sebuah kisah humanis yang mendalam mengenai bagaimana Mas Samiran menyelamatkan nyawa seorang warga bernama Pak Jaja.


​Saat itu, Pak Jaja berada di titik terendah dalam hidupnya dan hampir putus asa hingga berniat mengakhiri hidup akibat terlilit masalah utang piutang yang menjeratnya. Mengetahui kondisi darurat tersebut, Mas Samiran bergerak cepat. Ia turun tangan membantu menyelesaikan seluruh persoalan utang tersebut hingga Pak Jaja terbebas dari beban finansial. Berkat aksi heroik itu, kini Pak Jaja dapat kembali menata hidupnya dan menjalani aktivitas secara normal.


​"Mas Samiran cepat membantu menyelesaikan masalah utang piutangnya hingga Pak Jaja bisa bebas dari utang dan kini menjalani kehidupan normalnya sampai sekarang," kenang Dedi dengan nada haru.


​Tidak berhenti di situ, ruang lingkup dedikasi Mas Samiran ternyata sangat luas. Ia dikenal aktif memberikan pendampingan hukum gratis bagi warga Desa Langensari yang awam dan membutuhkan keadilan. Bahkan, ia juga kerap terlibat dalam membantu dan mengadvokasi para Pekerja Migran Indonesia (PMI/TKW) asal daerahnya yang kerap mengalami masalah di luar negeri.


​Salah satu potret yang paling menyentuh dari sosok Mas Samiran adalah ketulusannya dalam urusan pangan warga. Pernah suatu ketika, ia mendapati tetangganya sama sekali tidak memiliki beras untuk dimasak. Padahal, di saat yang sama, di dapurnya sendiri hanya tersisa dua liter beras.


​Tanpa ragu sedikit pun, Mas Samiran membagi dua liter beras miliknya agar tetangganya bisa tetap makan hari itu. Sebuah tindakan konkret yang menggambarkan bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, melainkan tentang seberapa besar empati yang dimiliki.


​Melalui rentetan aksi nyata ini, Mas Samiran telah bertransformasi menjadi oase bagi masyarakat Desa Langensari. Sosok pemimpin informal yang tulus, berani membela warga, dan selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat Karangtengah, Cianjur. (Red)

Type above and press Enter to search.