CIANJUR, – Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-III di Gedung DPRD Kabupaten Cianjur pada Kamis, 14 Mei 2026. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai unsur, termasuk pengurus DMI kecamatan, tokoh agama, serta perwakilan masjid se-Kabupaten Cianjur.
Musda yang merupakan forum musyawarah tertinggi di tingkat kabupaten ini bertujuan untuk menentukan arah kepengurusan dan program kerja DMI Cianjur untuk lima tahun ke depan (2026-2031). Suasana demokratis terlihat dalam proses pengambilan keputusan, di mana seluruh peserta yang hadir secara aklamasi sepakat untuk memilih kembali KH. Yosep Umar, M.H. Sebagai Ketua DMI Kabupaten Cianjur periode mendatang.
Sekretaris PW DMI Provinsi Jabar, Ir. H. Lutfi Hermawansyah, M.M. Menyampaikan harapan besar agar organisasi yang bersentuhan langsung dengan masyarakat ini dapat semakin berkiprah mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Cianjur.
"Dengan adanya Musda ketiga ini, kami berharap ke depan DMI Cianjur bisa lebih berperan aktif. Masjid-masjid adalah titik sentuh utama dengan masyarakat. Kami selalu mendengarkan keluhan warga, dan DMI harus hadir sebagai benteng moral serta pemberi keberkahan dan kesejahteraan bagi masyarakat Cianjur," ujar H. Lutfi.
Ia menambahkan bahwa diperlukan mekanisme penguatan organisasi yang menjangkau hingga ke desa-desa dan kampung-kampung. "Tugas pengurus baru, meskipun ketuanya masih sama, timnya harus menjadi tim yang baru, lebih solid, dan lebih hebat. Kita juga akan mendorong formatur untuk memasukkan lebih banyak unsur anak muda dan perempuan, karena bangsa ini dibangun oleh kekuatan generasi muda," tegasnya.
KH. Yosep Umar, M.H. Usai ditetapkan kembali sebagai ketua, menyampaikan bahwa Musda ini merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan untuk menentukan sikap dan program kerja ke depan.
"Ini adalah musyawarah tertinggi di kabupaten untuk melakukan langkah-langkah perbaikan. Kepengurusan ke depan harus benar-benar mengakomodir seluruh potensi, terutama keterlibatan kaum muda dan para pegiat masjid," ungkapnya.
Terkait program kerja, KH. Yosep Umar, M.H. Memberikan gambaran bahwa meskipun detail akan dibahas dalam Rapat Kerja (Raker) nanti, salah satu program unggulan yang akan dilanjutkan adalah "Gerai Berkah Masjid."
"Gerai Berkah Masjid adalah upaya menjadikan masjid bukan hanya tempat ritual ibadah, tetapi juga pusat pemenuhan kebutuhan hajat hidup masyarakat. DMI harus menjadi benteng terdepan dalam menjaga umat," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan program kerja unggulan. Seluruh jajaran pengurus, dari tingkat PD (Pengurus Daerah), PC (Pengurus Cabang Kecamatan), hingga ranting, diharapkan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pelaksanaan dakwah melalui masjid.
Musda III DMI Cianjur ditutup dengan doa bersama dan semangat kebersamaan untuk mewujudkan masyarakat Cianjur yang bermoral, sejahtera, dan berkah.
Nang

