BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Babinsa Sirnagalih Bantah Keras Tudingan Pungli Rekrutmen SPPG: "Info Hoax"


CIANJUR, – Beredarnya isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam proses rekrutmen tenaga kerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur Umum Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur akhirnya mendapat klarifikasi resmi dari aparat teritorial setempat.


Babinsa Desa Sirnagalih, Didin, dengan tegas membantah telah meminta sejumlah uang kepada warga sebagai syarat untuk bisa bekerja di SPPG. Klarifikasi ini disampaikan menyusul pengakuan seorang pemuda bernama YS (34) yang mengaku ditawari "jalur instan" dengan imbalan uang.


Dalam pemberitaan sebelumnya, YS asal Desa Sirnagalih mengungkapkan bahwa ia dihubungi oleh oknum yang mengaku sebagai Babinsa setempat. Pihak tersebut menjanjikan kelancaran masuk kerja di SPPG asalkan YS bersedia membayar uang sebesar Rp1 juta.


"Cuma ada yang harus dibayar Rp1.000.000. Dijamin masuk. Itu yang minta langsung oknum Babinsa Desa Sirnagalih. Dia menjanjikan kalau ada uang bisa langsung kerja. Tapi saya menolak," ujar YS Minggu (1/6/2026).


Menanggapi laporan tersebut, Babinsa Didin memberikan bantahan keras. Ia menyebut tuduhan itu tidak berdasar dan berpotensi menjadi informasi menyesatkan di masyarakat.


"Yang terjadi di lapangan itu tidak seperti yang diberitakan. Jangan sampai masalah ini menjadi bola liar. Untuk itu saya klarifikasi: tidak ada pungutan uang sepeser pun untuk bekerja di SPPG," tegas Didin saat dikonfirmasi pada Selasa (2/6/2026).


Didin juga membuka ruang bagi siapa pun yang ingin melakukan konfirmasi langsung. Menurutnya, tugas Babinsa adalah membantu warga, bukan mempersulit akses mereka terhadap lapangan pekerjaan.


"Saya terbuka kalau ada yang mau konfirmasi langsung. Tugas kami justru membantu warga, bukan mempersulit," tambahnya.


Sementara itu, Kepala Desa Sirnagalih, Sugilar, sejak awal telah menyatakan penolakannya terhadap segala bentuk pungli. Ia bahkan berkomitmen untuk menelusuri kebenaran informasi yang meresahkan ini.


"Kami di desa tidak punya kepentingan apa pun selain membantu warga. Prinsip kami jelas: ingin mengkaryakan pemuda yang tidak punya pekerjaan. Kalau ada pungli, itu mencederai tujuan tersebut," kata Sugilar pada Minggu (31/5/2026).


Sugilar menambahkan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan instansi terkait untuk mendalami kasus ini secara menyeluruh.


Hingga berita ini diturunkan, proses rekrutmen tenaga kerja SPPG di Desa Sirnagalih berlangsung secara transparan. Pihak desa bersama Babinsa mengimbau seluruh warga untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.


Warga yang menemukan indikasi pungutan liar dalam proses rekrutmen diminta segera melapor langsung ke aparat desa atau aparat keamanan setempat untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.


Nang.

Type above and press Enter to search.