CIANJUR, panambur.com – Dalam semangat Gerakan Indonesia Asri Bakti Kebersihan, Polres Cianjur bersama sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) menggelar aksi bersih-bersih massal dan pembersihan vandalisme di 14 lokasi strategis di Kabupaten Cianjur, Jumat 26 Juni 2026.
Aksi yang dimulai pukul 07.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kapolres Cianjur AKBP Dr. A Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., serta Wakapolres KOMPOL Wahyu Maduransyah Putra, S.T., S.I.K., M.H.
Kegiatan dibuka dengan kerja bakti di Lapang Prawatasari yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Para perwira, bintara, dan anggota OKP tampak kompak menyapu, memungut sampah, dan membersihkan fasilitas umum.
Tidak berhenti di satu titik, rombongan kemudian bergerak serentak ke 13 lokasi lain yang sebelumnya teridentifikasi dipenuhi coretan provokatif bernada kebencian terhadap institusi Polri.
Vandalisme yang dihapus mayoritas berupa tulisan “ACAB” (All Cops Are Bastards) serta sejumlah kalimat negatif dan hinaan yang sengaja dicat di tembok pagar gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Stadion Badak Putih, pagar kantor MUI, depan toko, klinik kesehatan, hingga area SPBU dan pertokoan di Jalan Siliwangi, Jalan Aria Cikondang, Jalan Ir. H. Djuanda, serta Jalan KH. Abdullah Bin Nuh. Tim bergerak menggunakan cat, kuas, dan peralatan pembersih sambil tetap menjaga ketertiban lalu lintas agar tidak mengganggu pengguna jalan.
“Kegiatan ini bukan sekadar membersihkan sampah dan cat liar, tetapi juga membersihkan hati dan pikiran dari prasangka. Kami hadir bersama elemen pemuda untuk merawat keasrian kota dan menghapus pesan-pesan yang berpotensi memecah belah,” ujar Kapolres Cianjur AKBP Alexander Yurikho di sela kegiatan.
Ia menegaskan bahwa Polri terbuka terhadap kritik, namun vandalisme yang menebar kebencian justru merusak keindahan ruang publik dan tidak mendidik generasi muda.
Sebanyak 12 personel POMC (Paguyuban Otomotif Motor Cianjur) dan 10 anggota Banser Kabupaten Cianjur turut serta dengan penuh semangat gotong royong.
Sinergi antara aparat kepolisian dan OKP ini menjadi simbol kuat bahwa perawatan fasilitas umum dan penjagaan moral publik adalah tanggung jawab bersama. Di setiap titik, warga yang melihat aksi ini menyambut positif, sebagian bahkan turut membawakan air minum bagi petugas yang bekerja di bawah terik pagi.
Kapolres menambahkan bahwa Gerakan Indonesia Asri Bakti Kebersihan akan dijadikan agenda rutin dengan memperluas keterlibatan komunitas.
“Kami ingin mengembalikan wajah Cianjur yang bersih, aman, dan guyub. Ruang publik adalah milik kita semua, maka rawatlah dengan cinta, bukan dengan coretan amarah,” tutupnya.
Aksi bersih-bersih yang berakhir menjelang siang itu tidak hanya menyulap 14 titik rawan vandalisme menjadi bersih kembali, tetapi juga meninggalkan pesan bahwa kebersamaan dan toleransi lebih kuat daripada sentimen negatif.
Masyarakat berharap aksi serupa terus digalakkan agar Kabupaten Cianjur tetap asri dan bebas dari provokasi visual yang mencederai ketertiban umum.
Nang.

