Depok. Panambur.com.- Dinas Pendidikan Kota Depok, Bidang Pembinaan Paud dan Dikmas, mengadakan Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam untuk kepala dan Tutor SPNF Kesetaraan, di aula BJB cabang Margonda. Jum'at (28/8/2026). Dengan tema 'Mewujudkan Pembelajaran Berkualitas melalui Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Satuan Pendidikan Kesetaraan'.
Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam ini adalah lanjutan dari rangkaian Bintek di hari kedua dari Pembekalan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026, di gedung Baleka lantai 10. Kamis (27/8/2026).
Acara tersebut di hadiri oleh, Kabid pembinaan Paud.Dikmas, Destiana Rachmawati, Kasi Pendidikan dan Kemasyarakatan (Dikmas) Abdul Manan, secara langsung membuka acara kegiatan tersebut di depan ratusan peserta yang terdiri Ketua PKBM, Tutor dan Operator Sekolah (OpS),di dampingi para Penilik PKBM, Anwar Hamdan, M. Sumardi, Hendia Fadhillah, Danu Santoso, Desi,
Dalam sambutannya Abdul Manan, tidak panjang lebar hanya berpesan kepada seluruh peserta, "Selamat mengikuti pelatihan dan salam dari Kadisdik Depok, Wahid Suryono dan Kabid Destiana Rachmawati, belum bisa hadir karena ada kegiatan yang bersamaan. Untuk itu diharapkan para peserta agar bisa menyimak dan menerima serta menerapkan ilmu yang akan disampaikan dari para narasumber nanti, semoga bermanfaat". Pesan Abdul Manan.
Yang mengisi narasumber pagi itu yaitu, Anwar Hamdan, Penilik PKBM Kota Depok, dengan mengambil judul, 'Pembinaan dan Pemantauan Intervensi pola pikir tetap ke pola pikir tumbuh'.
Anwar menjelaskan untuk mencapai pelatihan pada Pembelajaran Mendalam ini peserta diharapkan mampu memperhatikan beberapa hal di bawah ini.
1. Peserta mampu menganalisis konsep pola pikir bertumbuh (Growth Mindset) secara mendalam, termasuk perannya dalam membina dan memantau implementasi pembelajaran Mendalam, serta pembentukan karakter.
2. Peserta mampu membina dan memantau untuk mempraktekkan pemetaan profil pola pikir secara akurat menggunakan instrumen yang relevan terhadap pendidik dan kepala sekolah.
3. Peserta mampu membina dan memantau proses transformasi pola pikir tetap menjaga pola pikir bertumbuh melalui rancangan komunikasi, umpan balik konstruktif, dan simulasi penanganan tantangan pembelajaran.
4. Peserta mampu merancang dan melaksanakan strategi Pembinaan dan Pemantauan Intervensi pola pikir bertumbuh yang terintegrasi secara sistematis dalam praktik pembelajaran pendidik dan supervisi Kepala Sekolah.
5. Peserta mampu menganalisis keberhasilan dan hambatan implementasi intervensi melalui kegiatan refleksi untuk perbaikan berkelanjutan. Papar Anwar.
Narasumber yang kedua di isi oleh, Desy, dari Direktorat Pendidikan Nonformal dan Pendidikan Formal Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Desi memaparkan pada Pembelajaran Mendalam (PM) bagi satuan Pendidikan Nonformal, diposisikan sebagai pendekatan untuk memperdalam pemahaman, penguatan karakter dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan nyata.
Tantangan pembelajaran tidak cukup dijawab dengan menambah materi, yang diperlukan adalah perubahan pengalaman belajar .
1. Krisis belajar
Literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis belum berkembang optimal.
2. Dunia makin kompleks
Perubahan tekhnologi, sosial, ekonomi dan lingkungan menuntut adaptasi.
3. Bonus demografi 2035
Peserta didik perlu disiapkan menjadi generasi produktif, kreatif dan tangguh.
Sejarah singkat Pembelajaran Mendalam, perkembangannya dapat di baca melalui dua jalur, tehknologi dan pendidikan.
1. Tahun, 1940-an.
Deep learning dalam ilmu komputer.
Riset mesin, sibernetika, kecerdasan buatan, jejaring saraf.
2. Tahun, 1970-an.
Deep vs Surface Learning.
Belajar mendalam, memahami makna, menghubungkan ide, melihat konteks.
3. Tahun, 1990-2000-an
Konstruktivisme dan pedagogi aktif.
Belajar sebagai proses aktif membangun pengetahuan, berkembang PBL, proyek kolaborasi.
4. Tahun, 2010-sampai sekarang.
Tehknologi, data dan isu global.
Simulasi, game-based learning, literasi digital, keberlanjutan, sosial emosional.
Jejak PM dalam Pendidikan Indonesia.
PM bukan hal baru sepenuhnya, tetapi penguatan dari praktik yang sudah pernah dikenalkan.
1. Tahun, 1970-an. CBSA
Siswa aktif sebagai subyek belajar.
2. Tahun, 2000-an. PAKEM/PAJKEM.
Aktif, kreatif, efektif, menyenangkan.
3. Tahun, 2000-an. CTL.
Contectual/ teaching and learning/ konteks kehidupan nyata.
4. Tahun, 2013+, Saintifik dan tematik.
Mengamati, menanya, mencoba, menalar.
5. Tahun, 2022+, Kurikulum Merdeka.
Fleksibel, Esensial, Karakter .
Masalahnya bukan ketiadaan pendekatan, tetapi belum utuh, belum sistematis dan belum cukup didukung ekosistem.
Definisi inti PM.
PM adalah pendekatan pembelajaran, bukan kurikulum baru. Pendekatan yang memuliakan dengan menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran yang berkesadaran, bermakna dan menggembirakan.
PM itu harus bisa mengolah pikir, olah hati, olah rasa dan olah raga.
Tujuan akhirnya peserta didik tumbuh sebagai manusia utuh, cerdas, berkarakter, sehat , peka dan mampu berkontribusi. Papar Desi (NS).
