BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Bocah 10 Tahun di Cianjur Diduga Dicabuli Tetangganya, Keluarga Lapor Polisi


CIANJUR, panambur.com – Seorang anak perempuan berusia 10 tahun berinisial NF diduga menjadi korban tindak asusila oleh pria berinisial A yang masih merupakan tetangga korban. Peristiwa itu terjadi di kediaman korban saat suasana lingkungan sedang gelap akibat pemadaman listrik, sekitar pukul 03.00 WIB.


Kakak korban, ND, menuturkan, kejadian bermula ketika seorang pria diduga masuk ke dalam rumah melalui pintu samping yang tidak terkunci. Pria tersebut kemudian masuk ke kamar tempat korban dan kakaknya tengah tertidur.


“Sepertinya masuk lewat pintu samping, sehingga bisa masuk ke kamar yang memang tidak terkunci,” ujar ND, Kamis (21/8/2026).


ND mengaku terbangun karena merasakan sesuatu menyentuh ponselnya yang sedang diisi daya. Saat itulah ia menyadari ada orang asing di dalam kamar dan langsung berteriak.


Teriakan ND membuat anggota keluarga lain berhamburan datang. Pria yang diduga pelaku panik dan melarikan diri melalui jendela ventilasi rumah.


“Pas bibi dan om datang ke kamar, A langsung loncat dan lari ke halaman rumah,” kata ND.


Setelah kejadian, A disebut sempat menemui keluarga korban dan memberikan alasan. Ia mengaku masuk ke rumah karena sedang bersembunyi dari kejaran polisi terkait dugaan kepemilikan narkotika jenis sabu.


Tak hanya itu, A juga disebut sempat meminta agar peristiwa tersebut tidak disebarkan ke warga. Keluarga bahkan mengaku sempat ditawari uang sebesar Rp100 ribu, namun tawaran itu ditolak.


Tidak lama kemudian, A kembali mendatangi rumah korban bersama istrinya untuk meminta maaf karena telah menimbulkan kegaduhan.


Kecurigaan keluarga semakin kuat setelah ND menanyakan langsung kepada NF tentang pria yang masuk ke kamar. Dari keterangan korban, keluarga menduga telah terjadi tindakan asusila.


“Saya baru ngeh setelah bertanya kepada adik. Dia kemudian menceritakan apa yang dialaminya,” ucap ND.


Mendengar pengakuan tersebut, keluarga langsung menghubungi ibu korban yang sedang bekerja di Malaysia. Setelah berkoordinasi, dua hari kemudian keluarga resmi melaporkan dugaan kasus ini ke Polres Cianjur.


Pascakejadian, kondisi psikologis NF disebut terganggu. Korban mengalami trauma, sulit fokus di sekolah, dan sempat mengalami gangguan kesehatan yang dikhawatirkan keluarga.


“Sempat mengalami kondisi kesehatan yang mengkhawatirkan. Setelah itu trauma dan sekolah juga tidak fokus,” tutur ND.


Hingga berita ini diterbitkan, laporan keluarga telah diterima dan memasuki proses penanganan di Polres Cianjur. Polisi diharapkan segera mengusut tuntas kasus ini. Status hukum terlapor tetap mengacu pada hasil penyelidikan dan asas praduga tak bersalah.


Nang.

Type above and press Enter to search.