BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Harga Cabai Merah Tanjung di Pasar Muka Cianjur Tembus Rp80.000, Pasokan Menipis Akibat Cuaca Buruk


CIANJUR, panambur.com – Harga cabai merah tanjung di Pasar Muka, Kabupaten Cianjur, melonjak hingga menyentuh Rp80.000 per kilogram pada Rabu 5 Agustus 2026. Kenaikan tajam ini dipicu oleh terganggunya pasokan dari daerah pemasok akibat cuaca buruk yang masih berlangsung. Sejumlah pedagang dan konsumen mulai merasakan dampaknya, baik dari sisi margin keuntungan maupun daya beli.


Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) per pukul 11.20 WIB, berikut pergerakan harga sejumlah komoditas di pasar tersebut:


Cabai merah tanjung: tercatat Rp70.000 per kg, namun di lapangan pedagang menjual hingga Rp80.000 per kg karena stok yang semakin langka.

· Cabai merah keriting: turun dari Rp45.000 menjadi Rp40.000 per kg.

· Cabai hijau: turun dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kg.

· Daging ayam broiler: turun dari Rp28.000 menjadi Rp27.000 per kg.

· Telur ayam: naik Rp1.000 per kg.

· Beras premium: naik 0,06% ke Rp15.000 per kg.

· Beras medium: naik 0,26% ke Rp14.038 per kg.

· Gula kristal putih: turun 0,28% ke Rp19.000 per kg.


Kepala Pasar Muka Cianjur, Asep Hermawan, menjelaskan bahwa selisih antara data resmi dan harga jual di lapangan untuk cabai merah tanjung disebabkan oleh minimnya kiriman dari pemasok. “Di data kita tercatat Rp70.000, tapi karena barang yang datang sangat terbatas, pedagang terpaksa menjual lebih tinggi. Meski demikian, stok secara umum masih aman. Kenaikan murni karena faktor cuaca yang mengganggu distribusi,” ujarnya.


Ai (36), salah seorang pedagang di pasar tersebut, membenarkan sulitnya memperoleh pasokan cabai merah tanjung. “Cabai tanjung yang tadinya Rp60.000 sekarang saya jual Rp80.000 per kilogram. Barangnya jarang yang mengirim. Tapi keuntungan pedagang tidak otomatis naik banyak, karena komoditas lain tidak semuanya ikut naik,” ungkapnya.


Dari sisi konsumen, Sumiati (53), pedagang martabak, mengeluhkan imbas kenaikan harga bahan baku seperti telur dan daging ayam. Meski harga ayam broiler di pasaran tercatat Rp27.000 per kg, ia mengaku harga daging ayam yang dibelinya untuk usaha masih tinggi di harga Rp40.000 per kg dan memberatkan. “Daging ayam masih mahal. Dampaknya, pembeli jadi berkurang. Kalau bisa, harapannya semua harga segera turun,” katanya.


Menyikapi situasi ini, pemerintah daerah diminta memperketat pemantauan jalur distribusi guna memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga. Langkah antisipasi ini dinilai krusial untuk menahan laju kenaikan harga di tingkat konsumen, terlebih saat cuaca belum menunjukkan tanda-tanda membaik.


Nang.

Type above and press Enter to search.