BSMoBSMlBSYlTpG8Tfd5TfM5BA==

Peringatan Detik-Detik Proklamasi ke-81 di Cianjur Berlangsung Khidmat, Bupati Canangkan Cagar Budaya


CIANJUR, – Suasana haru dan khidmat menyelimuti Lapang Prawatasari Joglo, Senin (17/8/2026), saat Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Ribuan peserta mengikuti jalannya upacara dengan penuh konsentrasi, diiringi kilau bendera Merah Putih yang berkibar di bawah langit cerah.


Hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Kapolres Cianjur, Dandim 0608, Kalapas, Ketua DPRD, Ketua BNN, serta seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Cianjur. Kehadiran mereka mencerminkan sinergitas kuat seluruh elemen pemerintahan dalam memaknai kemerdekaan.


Bertindak sebagai inspektur upacara, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian dalam amanatnya mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah hadiah, melainkan hasil dari pengorbanan para pahlawan yang mempertaruhkan jiwa dan raga.


"Patut kita syukuri apa yang saat ini telah Tuhan Yang Maha Esa berikan kepada kita semua. Mari kita isi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan kebaikan," ujarnya dengan nada penuh haru.


Dalam momen bersejarah itu, Bupati menyampaikan gagasan monumental: menetapkan lokasi pengibaran bendera pertama di Cianjur sebagai cagar budaya. Peristiwa penting itu terjadi pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan, ketika para pemuda mengepung kantor keresidenan Jepang dan mengibarkan Merah Putih sebagai simbol kedaulatan.


"Tempat ini memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Ke depan, Insya Allah akan kami jadikan sebagai lokasi khusus sumber sejarah atau cagar budaya," tegas Bupati di hadapan seluruh peserta upacara.


Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat dan menjadi laboratorium sejarah bagi generasi muda Cianjur.


Peringatan kemerdekaan di Cianjur tidak berhenti di hari ini. Pemerintah daerah telah menyiapkan rangkaian kegiatan puncak pada 22 Agustus 2026 mendatang, diawali dengan Helaran Budaya (pawai budaya) pada pagi hari yang akan menampilkan kekayaan seni dan kearifan lokal Cianjur.


Puncaknya, pada malam harinya digelar Tabligh Akbar di Masjid Agung Cianjur, yang diharapkan menjadi momen refleksi dan penguatan spiritualitas kebangsaan.


Semangat kemerdekaan yang dipadu dengan pelestarian sejarah dan nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu memperkokoh persatuan dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus bangsa. ***(Jib)

Type above and press Enter to search.