CIANJUR, panambur.com — Gelaran Gema Tunas V Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang dipusatkan di Bumi Perkemahan Sarongge Valley, Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur itu ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, Minggu, 29 September 2026.
Penutupan ditandai dengan apel akbar yang diikuti ratusan warga belajar, para pendamping, pengelola PKBM dan SKB, serta unsur panitia dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Suasana haru dan bangga menyelimuti seluruh peserta setelah beberapa hari bersama mengikuti rangkaian perkemahan edukatif tersebut.
Ruhli Solehudin memaparkan, bahwa Gema Tunas memiliki makna jauh lebih dalam dari sekadar kegiatan perkemahan atau kompetisi kepramukaan. Menurutnya, ajang ini merupakan laboratorium pembentukan karakter bagi warga belajar pendidikan nonformal agar memiliki mental tangguh dan berdaya saing.
“Warga belajar harus terus belajar dan terus berkarya. PKBM harus berkarya, berbakti, dan peduli. Itu bukan hanya slogan, tapi harus menjadi napas dalam setiap aktivitas pendidikan nonformal,” ujar Ruhli.
Ia juga menekankan pentingnya setiap PKBM dan SKB mampu membaca potensi lokal serta mengembangkannya menjadi keunggulan. Ruhli menilai pendidikan nonformal tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan, melainkan harus mampu melahirkan kemandirian, keterampilan hidup, dan jiwa kewirausahaan yang kuat.
“Kita ingin warga belajar memiliki ciri khas, memiliki keterampilan, dan mampu menjadi wirausaha di daerahnya masing-masing. Itulah sejatinya tujuan pendidikan kesetaraan,” tambahnya.
Selama pelaksanaan Gema Tunas V yang mengusung semangat “PKBM dan SKB Berkarya, Berbakti, dan Peduli”, para peserta dibekali berbagai aktivitas pembinaan. Mulai dari materi kepramukaan, penguatan karakter, kedisiplinan, hingga beragam perlombaan yang mengasah kerja sama tim, kreativitas, kepemimpinan, dan kemandirian warga belajar.
Ketua DPW Forum Komunikasi PKBM (FK PKBM) Jawa Barat menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Disdikpora Cianjur selaku tuan rumah. Ia menilai Cianjur telah sukses menyelenggarakan kegiatan dengan pelayanan yang ramah dan fasilitas yang sangat mendukung.
Senada dengan itu, Ketua DPD FK PKBM Kabupaten Cianjur, Deni Abdul Kholik, menyebut Gema Tunas V menjadi pengalaman yang sangat berharga dan tidak terlupakan bagi seluruh warga belajar. Kegiatan ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa pendidikan nonformal memiliki ruang yang sangat luas untuk membentuk karakter unggul.
“Gema Tunas menjadi momentum emas bagi warga belajar untuk belajar bersama, membangun persaudaraan lintas daerah, melatih kemandirian, sekaligus menunjukkan bahwa warga belajar PKBM juga mampu berprestasi sejajar dengan pendidikan formal,” tutur Deni.
Kebanggaan tersendiri bagi tuan rumah, kontingen Kabupaten Cianjur berhasil meraih predikat Juara Umum Gema Tunas V PKBM dan SKB Tingkat Jawa Barat Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi kado manis sekaligus penutup yang membanggakan atas kerja keras seluruh kontingen dan panitia.
"Dengan berakhirnya kegiatan ini, Gema Tunas diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan yang selesai begitu saja. Nilai-nilai luhur tentang kedisiplinan, kepedulian sosial, semangat gotong royong, kemandirian, dan semangat pantang menyerah untuk terus belajar diharapkan dapat terus hidup dan diterapkan oleh para peserta sekembalinya ke daerah dan lingkungan masyarakat masing-masing," tutup Deni.
Nang.
