Cianjur, Selasa (8/9/2026) — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kabupaten Cianjur menggelar Musyawarah Koordinator Daerah (Muskorda) ke-3 di Hotel Grand BYDIEL, Cianjur. Mengusung tema "Menjaga Kredibilitas di Tengah Distorsi Algoritma," acara ini menjadi titik balik penting bagi organisasi dalam menghadapi tantangan disrupsi informasi di era digital.
Muskorda yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan, termasuk Ketua Umum IJTI, Ketua PWI Cianjur, Bupati Cianjur dr. Muhammad Wahyu Ferdian, Wakapolres Cianjur, dan Pasi Intel Kodim 0608.
Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, menyambut positif pelaksanaan Muskorda ini. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan IJTI sebagai mitra strategis dalam menyebarkan informasi pembangunan.
"Alhamdulillah, MUSKORDA IJTI ke-3 ini luar biasa. Kami berharap pemerintah daerah bisa terus berkoordinasi dan bersinergi dengan IJTI. Kami juga berharap tetap mendapatkan kritik dan saran yang membangun agar kita bersama-sama bisa memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Cianjur," ujar Bupati.
Orang nomor satu di Cianjur ini juga berharap hasil Muskorda dapat melahirkan kepemimpinan dan kepengurusan yang lebih solid, kompak, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah melalui proses demokrasi organisasi yang sehat, Chaeronsyah terpilih kembali sebagai Ketua IJTI Cianjur untuk periode kepemimpinan berikutnya.
Usai terpilih, Chaeronsyah menyampaikan rasa syukur sekaligus komitmennya untuk menjalankan amanah demi keberlangsungan organisasi.
"Alhamdulillah, ini merupakan amanah. Apa pun akan saya jalankan sebagai sebuah profesi. Meski pasang surut sebagai jurnalis, kita harus tetap berkarya dan menjaga eksistensi dalam kondisi apa pun," tegasnya.
Ia menegaskan bahwa kepemimpinannya tidak akan berjalan sendiri. Kolaborasi bersama seluruh pengurus serta masukan dari dewan penasihat dinilai penting untuk melengkapi berbagai kekurangan dan mengoptimalkan program.
Ke depan, Chaeronsyah berkomitmen mendorong program peningkatan kapasitas jurnalistik yang lebih masif. Salah satu prioritasnya adalah mengadakan pelatihan jurnalistik yang menyasar kalangan pelajar, masyarakat umum, dan para konten kreator.
Menurutnya, pelatihan ini penting di tengah menjamurnya konten kreator di berbagai platform digital yang belum sepenuhnya memahami kaidah jurnalistik.
"Sekarang banyak konten kreator yang belum memahami kaidah jurnalistik. Karena itu, penting mengadakan kegiatan dan pelatihan jurnalistik agar penyampaian informasi lebih teratur dan bertanggung jawab," jelasnya.
Dengan program ini, IJTI Cianjur tidak hanya hadir sebagai wadah profesional bagi jurnalis televisi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan ekosistem informasi di masyarakat. (Jib)

