CIANJUR, panambur.com – Jelang pesta demokrasi di tingkat desa, Polres Cianjur bergerak cepat. Kapolres Cianjur AKBP Beddy Suwendi menegaskan bahwa pengamanan Pilkades di 47 desa telah disiapkan secara matang, lengkap dengan bantuan BKO Brimob Polda Jabar yang akan disebar ke setiap Polsek.
"Seluruh personel, baik dari Polres Cianjur maupun bantuan BKO dari Brimob Polda, akan kami sebar di masing-masing Polsek yang melaksanakan kegiatan. Setiap anggota harus tahu persis apa yang harus dilakukan saat pengamanan TPS," tegas Beddy, Kamis, 5 November 2026.
Yang paling membuat warga tenang: Kapolres memerintahkan patroli 24 jam penuh, khususnya pada malam hari.
"Kita laksanakan patroli dari pukul 23.00 hingga 05.00 pagi. Semua kendaraan wajib keluar, berpatroli dengan menyalakan lampu rotator, dan berkeliling di titik-titik rawan, baik di kota maupun hingga ke pelosok desa," ujarnya.
Artinya, jika warga melihat mobil polisi berkeliling kampung tengah malam dengan lampu rotator menyala, itu bukan patroli biasa, itu perintah langsung Kapolres demi keamanan bersama.
Beddy juga menyampaikan pesan tegas kepada seluruh warga Cianjur yang akan menggunakan hak pilihnya.
"Ayo kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban Kabupaten Cianjur. Laksanakan pencoblosan dengan sebenar-benarnya, sebaik-baiknya. Jangan ada yang memprovokasi dan jangan sampai terprovokasi berita-berita yang tidak benar."
Boleh berbeda pilihan, tetapi jangan sampai terpecah belah. Jangan mudah termakan hoaks.
Sementara itu, Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, menegaskan bahwa apel gelar pasukan ini menjadi bagian penting dari persiapan pengamanan Pilkades.
"Kita apel untuk memastikan Pilkades di Kabupaten Cianjur berjalan aman, lancar, dan tertib," katanya.
Dalam apel tersebut, panitia juga menggelar simulasi pemungutan suara menggunakan sistem digital. Tujuannya agar petugas memahami alur dan mampu mengantisipasi kendala teknis di lapangan.
Wahyu menekankan bahwa kunci Pilkades aman adalah komunikasi dan sinergitas dengan seluruh stakeholder.
"Yang paling ditekankan adalah komunikasi agar tidak terjadi miskomunikasi. Dengan begitu, pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar," jelasnya.
Pemkab Cianjur telah mempersiapkan Pilkades digital sejak jauh hari, mulai dari sarana prasarana, personel pengamanan, hingga perangkat pendukung untuk mengantisipasi gangguan teknis.
Nang.

